100 Tahun Batak Kristen di Batavia

100 Tahun Batak Kristen di Batavia

Tahun ini HKBP Kernolong, gereja HKBP tertua di Jakarta, akan memasuki usianya yang ke seratus tahun. Saya duga, hitungan seratus tahun ini diambil dari dimulainya ibadah orang-orang muda Batak di HIS di Kwitang, pada Nopember 1919, yang sebelumnya dilaksanakan di sekitar Pasar Baru.
Sejak Nopember 1919 di Kwitang itu, memang mereka lebih terorganisir dan bahkan sudah dilengkapi dengan semacam “parhalado”. Komunitas Batak Kristen pertama di Batavia memang menunjukkan rasa persaudaraan yang sangat tinggi. Sikap dan semangat tolong menolong sangat kuat, sebagaimana nampak dari pengumuman di Surat Kuliling Immanuel yang terbit di Laguboti:

Boaboa

Manang ise sian hamoe ama manang ina, na naeng marsoeroe ianakhonmoena toe Betawi, parsikola manang mendjalahi karedjo, asa torang diboto hamoe baritana, toe ahoe ma- ibana disoeroe ro. Alamathoe: F. Harahap, tinggal di perbatasan ni Sawah Besar dohot Keboen Jeroek no. 18, Betawi.

Selain ditampung dalam penginapan bersama, mereka secara rutin menyelenggarakan partangiangan. Yang menarik, yang melayani mereka adalah Ds Tiemersma dari Gereja Gereformed atau GKI Kwitang yang sekarang. Ketika jemaat itu makin berkembang, dibutuhkanlah tenaga pendeta khusus untuk komunitas Batak tersebut. Yang menjadi masalah adalah, dari mana dana untuk membiayai pendeta tersebut? Gereja Gereformed lagi-lagi menyediakan diri untuk mengatasinya. Maka ketika Eforus HKBP, Pdt Dr Warneck, pada 1922, mengirimkan Pdt Mula Nainggolan untuk melayani komunitas Batak yang sudah berbenah diri menjadi HKBP Kernolong tersebut, gaji pendeta tersebut ditanggung-jawabi oleh Gereja Gereformed (GKI Kwitang) selama lima tahun. Saya kira pada tempatnya HKBP dan orang Kristen Batak pada umumnya mensyukuri 100 tahun pengasihan dan pemeliharaan Tuhan atas masyarakat Kristen Batak di Jakarta.

( Gomar Gultom )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *