Danseskoal terbitkan buku ” Indonesia Navy, Global Maritim Fulcrum and Asean “

Danseskoal terbitkan buku ” Indonesia Navy, Global Maritim Fulcrum and Asean “

Sosok Perwira Cerdas ini yang adalah Alumni Lemhannas  angkatan 54 ( lipat ) Tahun 2016  adalah Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda (Laksda) Amarulla Octavian menerbitkan buku karyanya yang berjudul “Indonesia Navy, Global Maritim Fulcrum and ASEAN”. Buku ini tidak hanya menjadi bahan bacaan bagi masyarakat umum, tetapi juga panduan bagi para perwira mahasiswa Seskoal dan dosen perguruan tinggi. “Buku diharapkan bisa menjadi acuan untuk para perwira mahasiswa Seskoal, para dosen perguruan tinggi, dan masyarakat umum lainnya, baik di Indonesia maupun di luar negeri, guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas TNI AL, mengoptimalkan kebijakan Poros Maritim Dunia, dan kontribusinya bagi kawasan Asia Tenggara,” ujar Danseskoal.  Dijelaskan, buku tersebut merupakan kumpulan makalah ilmiah yang telah disampaikan pada berbagai forum internasional tentang berbagai aspek angkatan laut dan kemaritiman. Kedua aspek tersebut, kata Octavian, adalah wujud keahlian “Center of Excellence” Seskoal yang dijadikan modal akademis menuju World Class Naval College pada 2024.

Laksamana Muda Amarulah Octavian sosok Perwira Tinggi yang cerdas

Pada kata pengantar buku, Laksda Octavian mengatakan, bagian pertama buku ini membahas peran dan fungsi TNI AL dalam mengemban amanat menjaga kedaulatan laut yurisdiksi nasional. Stabilitas keamanan maritim menjadi konsentrasi utama dalam bentuk berbagai operasi militer baik secara unilateral maupun bilateral dan/atau multilateral. “Kerja sama internasional merupakan elemen penting yang harus dikembangkan dalam menangani berbagai bentuk ancaman dari kerawanan bencana alam dan dari tindak pidana di laut. Kualitas operasi militer harus lebih efektif sekaligus kuantitas operasi militer harus lebih efisien menjadi bagian dari kajian dan tesis para perwira mahasiswa Seskoal,” ujarnya. TNI Angkatan Laut, ujarnya, dituntut untuk berbenah diri mengantisipasi dinamika lingkungan strategis dan perkembangan teknologi yang sangat memengaruhi pola dan macam operasi militer yang digelar. Tentunya, hal itu dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia TNI AL yang profesional dan berkarakter Pancasila, serta bebas dari radikalisme. Kemudian, bagian kedua buku membahas peran serta TNI AL dalam menyukseskan berbagai program pemerintah sesuai dengan visi Poros Maritim Dunia. Selama ribuan tahun bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa bahari, yakni bangsa yang memiliki budaya maritim. Bahkan, Hukum Laut Internasional 1982 menyatakan Indonesia adalah negara kepulauan. “Sehingga, sejatinya bangsa Indonesia tidak saja sebagai bangsa bahari melainkan sebagai bangsa maritim, yakni bangsa yang mampu mengoptimalkan sumber daya laut demi kesejahteraan nasional. Lima tahun terakhir TNI AL dipandang sebagai salah satu agent of change dalam transformasi bangsa Indonesia menjadi bangsa maritim,” ujarnya. Sosialisasi dan implementasi pembangunan nasional berdasarkan visi Poros Maritim Dunia kepada masyarakat, baik di dalam negeri maupun luar negeri, menjadi tugas TNI AL. Berbagai tantangan harus dihadapi dengan strategi yang tepat sesuai indikator “ends” yang terukur jelas, “process” yang transparan dan akuntabel, serta “means” yang terstruktur secara sistematis.

Laksamana Muda Amarullah Octavian saat menempuh Pendidikan di Lemhannas RI
Bagian ketiga buku membahas peran penting TNI AL dan geopolitik maritim Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Berbagai inisiatif untuk mempertahankan stabilitas keamanan maritim merupakan agenda eksternal yang membutuhkan kemahiran diplomasi angkatan laut. Kerja sama antara TNI AL dan Angkatan Laut ASEAN semakin lebih mengemuka ketika pada 2015 telah dicanangkan ASEAN Community. Beberapa program aksi di bawah kerangka ASEAN Political-Security Community merupakan inovasi TNI AL untuk memperkokoh kesatuan dan soliditas ASEAN menuju ketahanan regional di kawasan Asia Tenggara. “Pembahasan menyeluruh ketiga bagian buku secara berurut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang holistik dan komprehensif tentang kolaborasi ketiga entitas, yakni TNI AL, Poros Maritim Dunia, dan ASEAN. Pemahaman yang proporsional dapat menjadi perspektif sekaligus paradigma dalam mengembangkan wacana, gagasan dan prakarsa baru untuk meletakkan tatanan dunia terkini menuju ke arah yang lebih baik,” ujar Laksda Octavian. Dikatakan, pemahaman yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan metodologi baru dalam hubungan internasional antar-angkatan laut dan antarnegara pada skala yang lebih kompleks. Maritim adalah masa depan bangsa Indonesia dan seluruh bangsa lain di planet ini.

( sapta/ sp )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *