Doa bersama untuk mengenang para pahlawan Revolusi

Doa bersama untuk mengenang para pahlawan Revolusi

Bertempat di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Jakarta – Timur ,diadakan doa bersama untuk mengenang para pahlawan revolusi yang gugur dalam persitiwa G30S/PKI, diselenggarakan dengan penuh khidmat (senin, 30/9). Para keluarga pahlawan revolusi hadir untuk berdoa dan memberikan spirit kebangsaan yang begitu kuat. Hadir menyampaikan kata sambutan Putera dari Pahlawan Revolusi Bapak Untung Putera Jenderal A Yani mengisahkan kejadian yang diingatnya saat itu.  Dengan penuh haru beliau sampaikan “hati kami hancur bahkan kami tidak sanggup berdiri lagi. Kami yang masih kecil waktu itu tidak sanggup membela ayah kami. “Saya melihat bapak saat ditembak dan terjatuh, kami tidak berdaya”, penuh haru ia berkisah ditengah-tengah kata sambutanya Bapak Untung terdiam merasakan kepedihan apa yang ia alami 54 tahun yang lalu.

Pangdam Jaya menyampaikan sambutan

Acara yang dikomandoi oleh Kodam Jaya ini dilangsungkan rutin setiap tahun atas prakarsa Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. “Tahun ini, acara doa bersama digelar di dua tempat yaitu di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya dan di Mabes TNI AD, doa bersama diikuti keluarga besar Kodam Jaya dan juga undangan  ujar Mayor Sihombing Kasi Bin Roh Prot Kodam jaya. Mayjen TNI Eko Margiyono (Pangdam Jaya) dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah sarana memperkokoh kesatuan para anak bangsa dan mengetahui fakta sejarah yang diceritakan langsung oleh saksi hidup. “Mari kita waspadai pihak-pihak yang hendak melunturkan 4 pilar bangsa. Mari kita bersatu menutup segala celah yang bisa memecah bangsa”, ungkapnya tegas.

Suasana Doa bersama berjalan dengan Hikmat

Setelah Sambutan dilanjutkan doa bersama, dimana umat Islam di aula Utama sedangkan umat Kristen di Aula Teater, dan Umat Hindu dan Budha di Aula Teater 2, diruang Teater Ibadah dihadiri anggota PNS dan TNI Kodam Jaya dan undangan yang memenuhi ruangan, Liturgos dalam Ibadah dilayani oleh Pdt Gindo Panjaitan ( anggota TNI Kodam jaya yang bertugas di BINTALDAM JAYA ) Catherine Pandjaitan, puteri bungsu dari Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan menuturkan pula bagaimana ayahnya ditembaki dalam keadaan berdoa. Peristiwa pilu itu tentu menyesakkan tetapi keluarga bangkit. “Pengampunan adalah kunci. Kami tidak dendam, kami mengampuni mereka, itulah panggilan sebagai anak Tuhan”, tuturnya. “Kami bangga pada ayah kami”, ungkapnya.

Pdt Sapta Siagian dalam Kotbahnya menekankan pentingnya memberikan pengampunan

Pelayanan Firman di sampaikan oleh Pdt Sapta Siagian dari Gereja POUK Hosana Kodam Jaya. Dalam Kotbahnya yang mengambil nats renungan dari Yesaya 32 : 17 -18, Pdt Sapta sangat terberkati dengan Kesaksian Puteri Mayjen DI Panjaitan untuk hidup mengampuni, Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk hidup mengampuni yang akan membawa kita pada damai sejahtera, dan hidup dalam kebenaran agar mendapatkan ketenangan dan damai sejahtera. Pdt Sapta menambahkan supaya Pancasila tetap eksis setiap warga negara untuk merawat dan menjaga Pancasila serta  membumikan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan sehari-hari . Doa Syafaat dilayani oleh Pastor David LereBulan dari Keuskupan Bogor.

Putera-Puteri Pahlawan Revolusi Kolonel ( Anumerta ) Sugiono menghadiri Ibadah .

Hadir dalam doa bersama Tokoh Masyarakat Papua yang tinggal di Jakarta Pdt Frans Ansanay dan beberapa Pendeta-Pendeta dan Majelis Gereja. Begitu Juga tidak hanya keluarga Mayjen Panjaitan, hadir pula Putera- Puteri Pahlawan Revolusi Kolonel Sugiono, banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa sosok Kolonel Sugiono adalah seorang Kristen yang taat dan anggota Jemaat GKJ Jogjakarta bahkan Istri Kolonel Sugiono adalah Majelis Perempuan Pertama di Gereja Kristen Jawa ( GKJ )

(sapta )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *