Gereja Bethel Indonesia gelar Sidang Raya Sinode

Gereja Bethel Indonesia gelar Sidang Raya Sinode

Sidang Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) XVI yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat (27 sd 30 Agustus 2019) mengusung tema “Great Harvest” (Tuaian Besar) dan Sub Tema : Menuai Dengan Kuasa Roh Kudus. Acara besar yang dihadiri oleh 4284 hamba Tuhan di seluruh Indonesia ini dibuka secara resmi dan ditandai pemukulan gong sebanyak 3 kali oleh Dirjen Bimas Kristen RI, Prof. Dr. Thomas Pentury., M.Si, (Selasa, 27/8) pukul 16.30 Wib. Tampak hadir dalam opening ceremony adalah Prof. Dr. Thomas Pentury.,M.Si, Pdt. Dr. Japarlin Marbun (Ketua Umum BPH GBI) beserta jajaran pengurus inti BPH GBI, Pdt. Dr. Jacob Nahuway, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, Pdt. Dr. Ferry H Kakiyai, Pdt. Dr. Abraham Conrad Supit, pimpinan Church of God (USA), Pdt Dr Henriette Tabita Hutabarat-Lebang (Ketum PGI), Lisa Mulyati, S.Sos, M.Si (Pembimas Kristen Kanwil DKI Jakarta, Pdt. Yerry Tawalujan (Ketum Gerkindo), dan masih banyak lagi.

Pdt Japarlin Marbun bersama Pdt Niko dalam sidang Sinode GBI

Pdt. Dr. Japarlin Marbun dalam kotbahnya mengutip firman Tuhan yang terambil dalam KPR 1:8 dan Matius 28: 19-20. “GBI dipanggil Allah untuk menyelesaikan Amanat Agung dengan kuasa Roh Kudus. Selanjutnya, setiap orang yang diselamatkan Injil Kristus, mereka harus alami pertumbuhan rohani sesuai dan diperlengkapi untuk membangun tubuh Kristus. GBI juga berperan membangun karakter dan mendewasakan anggota jemaat sehingga menjadi serupa dengan Kristus,” ungkap Pdt. Japarlin.
Pdt. Japarlin juga menjelaskan mengenai 7 pokok pelayanan GBI, yakni: Penginjilan, Pengajaran, Penggembalaan, Persekutuan, Peribadahan, Pelayanan dan penatalayanan. “Nats Ini adalah pesan terakhir dan yang terpenting Tuhan Yesus sebelum naik ke surga yakni memberitakan Injil ke seluruh bumi dengan kuasa roh kudus,” katanya.

Pdt Dr Feri Haurissa Kakiay MTh kandidat Ketua Umum GBI

Dalam kesempatan itu pula Japarlin mengemukakan alasan mengapa GBI berada terdaftar sebagai anggota di 3 aras gereja nasional yakni: PGI, PGLII dan PGPI. “Para pendiri GBI ingin menjadi pemersatu gereja-gereja di Indonesia dan menjadi berkat,” ungkapnya. Bukan itu saja, GBI, kata Japarlin ingin menjadi berkat bagi negara dan bangsa-bangsa. “Itu sebabnya GBI ada di luar negeri, diundang oleh Presiden Jokowi ke istana negara karena dinilai kiprahnya berkontribusi bagi negara,” terang Japarlin yang mencalonkan diri kembali sebagai Ketum sinode GBI untuk kali kedua.Menurut Japarlin, saat ini sudah ada 6.005 sidang jemaat (gereja) GBI di Indonesia dan luar negeri dengan jumlah jemaat 3,2 juta jiwa. ( sabar )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *