GMKI : Menteri Pengganti Susi Tidak Berpihak pada Nelayan Kecil

GMKI : Menteri Pengganti Susi Tidak Berpihak pada Nelayan Kecil

Ketua Umum (Ketum) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Korneles Galajinjinay menyayangkan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat di daerah-daerah terpencil pesisir pantai.Di samping itu, Korneles kesal dengan Menteri Edhy yang tidak hadir di acara seminar nasional GMKI di Kota Sibolga. “Ketidakhadiran pak menteri merupakan bentuk ketidakpeduliannya akan nasib nelayan kecil nanti kami berikan kritik, bahwa beliau ternyata tidak berpihak kepada kemiskinan masyarakat pesisir, tidak berpihak terhadap nelayan di daerah-daerah terpencil. Akan kami sampaikan ke menteri,” ujar Korneles kepada wartawan, Selasa (4/2/2020).

Seperti diketahui, seminar nasional yang bertajuk Potensi Kelautan dan Realitas Kemiskinanan dibuka oleh Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Darwin Sitompul, di Aula Topaz, Sibolga, Sabtu (1/3/2020). Korneles mengemukakan,  pihaknya sudah menyurati Kementerian KKP dan menerima balasan lembar disposisi dari pihak KKP yang menjelaskan bahwa Edhy Prabowo akan datang. Dia beranggapan bahwa Menteri KKP seakan menjanjikan untuk kesediaannya datang ke seminar nasional. “Waktu kami surati tanggal 16 Januari, kami kemudian followup terus ke pihak TU pimpinan. Dalam lembar disposisi, tertulis ‘siapkan bahan dan wakili saya jika berhalangan’. Itu berarti ada harapan yang diberikan kepada kami dan masyarakat Sibolga,” ucap Korneles dengan kesal.

Di tempat yang sama, Ketua Bidang Medkominfo PP GMKI Benardo Sinambela mengatakan
kekecewaannya kepada Menteri KKP sebab persiapan Seminar Nasional sudah mengundang elemen masyarakat pesisir seperti mahasiswa dari kampus kelautan dan perikanan, kelompok nelayan dan Forkompinda dan OPD di lingkungan Sibolga dan Tapanuli Tengah. “Kami undang semua elemen masyarakat, ada beberapa masyarakat menyampaikan kekecewaannya kepada kami, banyak yang antusias ingin bertanya langsung kepada Pak Edhy, kini mengubur harapannya itu,” jelas Benardo.

 

Disisi lain kekecewaannya, Benardo memberi apresiasi kepada pihak KKP karena tetap mengutus perwakilannya untuk datang berdiskusi bersama masyarakat. “Kita tetap apresiasi, Pak Sapta Ginting adalah orang yang luwes diajak diskusi bersama mahasiswa dan masyarakat. Beliau sangat menguasai isu-isu krusial masalah kelautan dan potensi-potensi yang bisa dikembangkan oleh masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi,” ungkapnya. Benardo melanjutkan, perwakilan KKP menyampaikan apresiasi bagi anak muda yang inovatif untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi kelautan yang ada di Sibolga dan Tapanuli Tengah. “Tadi selepas seminar kita diskusi terbatas bersama pak Sapta dan beberapa anak muda yang sudah memulai usaha di bidang perikanan dan kelautan, beliau memberi apresiasi. Menurutnya, anak-anak muda yang punya konsep dan mau berinovasi harus diberi ruang untuk mengembangkan potensi laut kita,” ujarnya.[RAL]

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *