GPP : Dua Gereja Ditutup Bukti Pemerintah Belum Merawat Kebhinekaan

GPP : Dua Gereja Ditutup Bukti Pemerintah Belum Merawat Kebhinekaan

Penutupan dua gereja di Sumatera Barat, tepatnya di Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung dan Jorong Kampung Baru, Kabupaten Dharmasraya, sangat disesalkan. Seharusnya Pemerintah hadir, dan menindak tegas para pelaku pelarangan ibadah merayakan Natal. “Sangat disayangkan kasus penutupan gereja terjadi. Apa pun alasannya tidak dibenarkan, dan seharusnya negara merawat kebhinekaan bukan malah membiarkan gerakan intoleran,”kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pembumian Pancasila (DPD GPP) DKI Jakarta Ralian Jawalsen dalam diskusi akhir tahun bertajuk “Pembumian Pancasila dan Kinerja Pemerintahan Joko Widodo pada Periode II, di gedung Yayasan Komunikasi Indonesia, Jl. Matraman 10, Jakarta, Senin (30/12/2019).

peserta sangat antusias dalam kegiatan seminar

Menurutnya, bila negara hadir tidak mungkin akan terjadi penutupan rumah ibadah di Sumbar. Sebaliknya, jika presiden menggunakan hak kewenangan yang dimiliki tidak mungkin terjadi penutupan gereja. Dia mengatakan, bila negara tidak merawat kebhinekaan maka disintegrasi bangsa akan menjadi ancaman bagi keutuhan Indonesia sebagai negara. Menurutnya, penutupan gereja akan menjadi preseden di daerah lain. “Bukan tidak mungkin akan merembet keberbagai daerah lain. Karena itu negara harus hadir, dan tidak boleh negara lemah akan tekanan,”katanya.

tetap kompak dan solid

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Bung Karno Faisal Chaniago menyesalkan penutupan gereja. Menurutnya, jika negara tegas masalah penutupan gereja tidak akan terjadi. Faisal menuturkan, di masa Nabi Muhammad, kaum Yahudi dan Kristen hidup berdampingan dengan umat Islam. “Bahkan Piagam Madina minoritas dilindungi,”tambahnya. Hadir dalam diskusi akhir tahun Ketua Umum PP GMKI Cornelis Galajinjinay, Ketua Umum DPP GPP Dr. Antonius DR Manurung, Sekjen Perkumpulan Cendikiawan Protestan Indonesia (PCPI) Hotben Lingga. (RAL)

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *