Hidup dalam keteraturan

Hidup dalam keteraturan

Paul Tillich seorang teolog kawakan pernah berkata bahwa hidup yang benar selalu diwarnai keteraturan atau taat aturan. Tillich bukan seorang pentakostais tetapi spirit berteologi menunjukan tentang pemahaman akan pribadi Roh Kudus yang lengkap yakni benar dan tertib. Mari kita tengok cara hidup manusia modern termasuk mungkin anda dan saya. Rasanya begitu sulit untuk hidup benar. Di mana mana pelanggaran aturan terjadi. Mulai dari hal kecil seperti tertib antri, tertib berolah raga, tertib makan dan minum sehat, tertib menggunakan smartphone, tertib buang sampah atau tertib berlalu lintas. Sudahkah dalam kehidupan rohani atau bergereja, seperti berdoa dan beribadah dijalankan dengan tertib juga? Beberapa alasan mengapa manusia sulit taat aturan: Pertama karena kebiasaan, kedua karena unsur kesengajaan dan ketiga karena memang tidak tahu sama sekali.

Di sisi lain ada hal menarik yang perlu dicermati yakni manusia juga acapkali ‘sulit’ membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Bahkan tidak sedikit yang pandai membedakan, namun preferensi ke arah buruk lebih sering dipilih. Kritikan Tillich tepat untuk kita renungkan. Mau memilih hidup benar dengan keteraturan atau hidup yang salah dengan keliarannya. Segala sesuatu ada konsekuensinya. Hidup benar anda nyaman dan aman sedangkan hidup yang buruk menyisakan derita dan putus asa.

 

Sebenarnya Tillich juga ingin mengingatkan kita bahwa kesadaran tentang kemanusiaan (menempatkan diri sebagai yang dicipta dengan mulia) secara benar akan menentukan cara kita menghormati Allah (tidak pernah akan ada penghormatan pada Allah, jika hidup tertib diabaikan). Sekali lagi, tanpa kehidupan yang benar (teratur), segala pelayanan dan pengorbanan kita tidaklah berarti sama sekali. Nabi Amos bahkan dengan tegas mengatakan bahwa Tuhan murka dengan semua itu karena IA telah dihina dan direndahkan dengan spirit palsu. Rasul Paulus berkata spt yang tertulis dalam Ef 5:1 ‘Jadilah penurut-penurut Allah…’ dan ayat 15 ‘Karena itu perhatikanlah dengan saksama bagaimana kamu hidup…’ Sangat sederhana, tetapi itulah yang diinginkan Tuhan bagi kita. Maukah anda dan saya hidup benar? Selamat memilih yang benar dan belajarlah utk menciptakan keteraturan yang diimulai dari diri sendiri. Ingat: ‘Roh Allah ada untuk memberikan semangat bagi kita dalam melayani dan mengiring Tuhan, tetapi juga menuntun kita dalam keteraturan hidup sehari-hari’.

( GIA Bandung )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *