Hoax merusak persatuan Bangsa

Hoax merusak persatuan Bangsa

 Dalam kegiatan diskusi yang diselenggarakan Rabu Satu di Media Center TKN Jokowi – Amin dibilangan Menteng, Mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang menyatakan bahwa hoax telah menyasar aset bangsa yang paling berharga yakni persatuan dan kesatuan. Aset yang tak terlihat atau intangible asset yang menjadi perekat bangsa tersebut telah dirusak oleh hoax.  Hal itu disampaikan Tuan Guru Bajang yang bernama lengkap Muhammad Zainul Majdi saat menjadi pembicara pada diskusi di Media Center Jokowi -Amin.

Pembicara lain pada diskusi tersebut adalah Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko, serta Praktisi Digital Marketing Aswin Regawa yang bertindak sebagai moderator.

Fiki Panitia diskusi  dalam kata sambutanya menekankan urgensi perang melawan hoax dalam kontestasi pilpres dan pileg yang akan digelar dalam beberapa hari ke depan. Fiki memaparkan beberapa contoh isu hoax seperti hasil pemilu di luar negeri, hasil survei, hingga hoax-hoax lain yang tidak hanya menyerang salah satu pasangan calon namun bahkan mencoba menjatuhkan kredibilitas Komisi Pemilihan Umum.

Hal itu, tegas Fiki, harus mendapat perhatian penuh dari semua pihak. Fiki pun mengajak semua pihak untuk menjadikan hoax dan dusta politik sebagai musuh bersama.

 Hoax merusak Persatuan Bangsa

Berdasarkan data, jumlah hoax terkait pilpres 2019 yang lalu-lalang di dunia medsos telah menembus angka 1.200 pada periode Agustus 2018-Maret 2019. Aswin Regawa menyampaikan, kondisi ini tentu berpengaruh terhadap kontestasi pilpres. Bahkan, bukan tidak mungkin, jika hoax akan terus bertambah mendekati hari pencoblosan, 17 April 2019.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran dalam diri Tuan Guru Bajang. Sebab, ujar TGB, pemilu merupakan suatu proses untuk memperbaiki dan menciptakan kemaslahatan bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, perang melawan hoax menjadi sangat penting bagi setiap warga negara Indonesia Maju.

“Yang disasar hoax itu aset kita yang paling berharga, intangible asset, yakni persatuan dan persaudaraan. Hoax merusak perekat kita sebagai suatu bangsa,” tegas TGB.

TGB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan hoax musuh bersama. Terutama umat Islam yang kerap dijadikan sasaran.

“Dalam surat Al-Isra’ ayat 36 disebutkan, Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Kita sebagai umat Islam akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah kelak,” ujar TGB.

TGB mengingatkan agar ayat tersebut menjadi pegangan dalam menetapkan suatu standar dalam mengonsumsi makanan rohani. “Kita tetapkan standar berdasarkan akal dan pikiran serta kedewasaan beragama,” ujarnya.

“Jika kita datang ke pengajian yang isinya ujaran atau umpatan terhadap seseorang, tinggalkan! Karena itu bukan sesuatu yang pantas kita dengar. Itu bukan makanan rohani, ini toxic,” tegas TGB.

Selain merusak keutuhan bangsa, hoax juga menimbulkan rasa kebimbangan para pemilik suara terdaftar dalam pilpres 2019.

Namun, TGB mengingatkan, sesungguhnya berpartisipasi dalam pemilu bagian dari ibadah dan bentuk tanggung jawab moral kita sebagai anak bangsa.  TGB berpesan, lihat lah rekam jejak calon pemimpin dalam kancah pilpres 2019.

“Cari yang paling banyak maslahatnya. Nanti ketemu yang paling sedikit mudharatnya. Cek sejarahnya di ruang publik,” ujar TGB.

Pewarta  : Sabar

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *