HUT Ke-50 Gereja Yesus Kristus Orang Suci Zaman Akhir

HUT Ke-50 Gereja Yesus Kristus Orang Suci Zaman Akhir

 Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-50, Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (GYK dari OSZA) di Indonesia meluncurkan buku bertajuk “Bangkit dan Bersinar Menandai 50 tahun Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia” dan Malam Pagelaran Opera Budaya Nusantara yang digelar di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta, Sabtu, 26 Oktober 2019. Buku “Bangkit dan Bersinar Menandai 50 tahun Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia”ini adalah semi antologi. Yaitu gabungan antara kumpulan mengenai pesan penting dan berita kegiatan di lapangan dalam rangka merealisasikan program kerja, atau konkretnya adalah Injil dalam Tindakan. .  Elder Djarot mengatakan bahwa Jemaat GYK dari OSZA senantiasa berusaha mengamalkan dua perintah utama yang tercantum dalam Matius 22:36-39, yakni untuk mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi sesama manusia.

pentas seni Budaya dari orang Suci zaman akhir

Sementara Cendekiawan Muslim, Dr Alwi Shihab, mengutarakan lima puluh tahun perjalanan Gereja Yesus Kristus dari OSZA di Indonesia menjadi salah satu bukti bahwa keberagaman terawat dengan baik di Indonesia. “Telah lima puluh tahun, Gereja Yesus Kristus Dari OSZA tumbuh dan berkontribusi aktif dalam berbagai sektor kemanusiaan, bergotong royong dan bahu membahu dengan masyarakat dalam berbagai bidang, salah satunya kepedulian terhadap penanganan kebencanaan alam,” Menurut Alwi Shihab, satu hal keunikan Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia saat ini, namun banyak komunitas beragama lain yang juga hidup dan berkembang, bahkan, sebagian besar agama dunia hidup berdampingan dalam persahabatan dan kedamaian sepanjang waktu. “Meskipun kehadiran nilai-nilai dan simbol-simbol Islam lebih besar dalam ruang publik dan sosial Indonesia kontemporer, masyarakat Indonesia jauh dari kaku dalam pemahaman mereka tentang Islam. Tidak terlalu berlebihan kiranya untuk disampaikan bahwa berkat toleransi yang kuat di Indonesia, berbagai agama dan keyakinan dapat hidup berdampingan di Indonesia,” tegas Menteri Luar Negeri periode 1999-2001 ini.

 Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Gomar Gultom, MTh, mengucapkan selamat HUT ke-50 dan Peluncuran Buku 50 tahun Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia. “Saya mengapresiasi pelayanan Gereja OSZA di Indonesia yang selalu tanggap dalam berbagai bencana yang terjadi di Indonesia. Hal ini memperlihatkan komitmen Gereja OSZA dalam aksi-aksi kemanusiaan, sebagai wujud pewartaan kabar baik di tengah masyarakat dan bangsa Indonesia di tengah krisis yang dihadapinya,”  “Saya juga mengapresiasi kesediaan Gereja OSZA untuk bersinergi bersama gereja-gereja di sekitarnya dalam setiap kegiatan meresponi bencana tersebut,” Gomar melanjutkan, MPH-PGI menyambut dengan gembira perayaan ulang tahun kali ini, yang dikemas melalui pagelaran Opera Budaya Nusantara. “Penampilan Opera Budaya Nusantara juga bisa dimaknai sebagai bentuk penghargaan atas keberagaman Indonesia yang majemuk, yang harus dirawat dan dipelihara, sebagai karunia Tuhan bagi bangsa kita. Ini momentum yang tepat bagi kita di tengah kecenderungan masyarakat yang ingin memaksakan penyeragaman budaya hidup. Melalui perayaan ini saya justru hendak mengajak kita merayakan kekayaan budaya tersebut seraya merajutnya menuju pemulihan dan kebangkitan Indonesia,”  Hal ini, lanjut Gomar, seharusnya menjadi komitmen umat Tuhan di seluruh penjuru tanah air untuk bersatu dalam perbedaan, menghadirkan Indonesia yang satu, Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. “Saya ucapkan Selamat Ulang Tahun dan kiranya Tuhan senantiasa menyertai perjalanan pelayanan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia pada masa-masa mendatang demi kemuliaan nama Tuhan,” (pty )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *