Ibadah Oikoumene Karyawan BNN penuh Sukacita

Ibadah Oikoumene Karyawan BNN penuh Sukacita

Bukan menjadi rahasia umum lagi ada tiga  musuh besar Indonesia saat ini yaitu : Korupsi, Radikalisme dan Narkoba. Tiga hal ini yang merongrong kedaulatan dan pertahanan Indonesia yang harus diselesaikan dengan baik, lembaga yang memberantas Korupsi ada KPK ( Komisi Pemberantas Korupsi ) lembaga ini paling ditakuti oleh para Koruptor dan lembaga ini memberantas tanpa memandang bulu dan banyak yang terkena Operasi Tangkap tangan ( OTT ) yang dilakukan KPK. Dilembaga penanganan Teroris ada Badan Nasional Penanganan Terorisme ( BNPT ) yang hingga saat ini terus gencar bersama Densus 88 anti teror Mabes POLRI bersinergi menangani masalah terorisme dan radikalisme. Dalam urusan Narkoba Negara ini memiliki Badan Narkotika Nasional ( BNN ) yang menumpas peredaran narkoba di pelosok negeri. Saat seseorang mulai mengonsumsi narkoba terdapat kemungkinan besar untuk mengalami kecanduan. Makin lama, pengguna akan membutuhkan dosis yang lebih tinggi demi dapat merasakan efek yang sama. Ketika efek narkoba mulai hilang pengguna akan merasa tidak nyaman akibat munculnya gejala putus obat dan akan ingin kembali memakainya. Narkoba yang larut di dalam tubuh akan dialirkan melalui darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Efek dari obat-obatan bergantung kepada jenis yang dikonsumsi, dosis, durasi pemakaian, dan ukuran tubuh orang yang mengonsumsinya. Selain berpengaruh pada tubuh, bahaya narkoba juga dapat menyebabkan hal-hal yang mengganggu kualitas hidup seseorang. Misalnya, pecandu rentan mengalami masalah di kantor, sekolah atau keluarga, kesulitan keuangan, hingga berurusan dengan pihak kepolisian karena melanggar hukum.

Badan Narkotika Nasional  ( BNN )  adalah garda terdepan dalam penanganan masalah narkoba di Indonesia, dalam meningkatkan kinerja dan integritas bagi Karyawan BNN diadakan pembinaan Iman Rohani, seperti setiap Jumaat siang diadakan Ibadah Oikoumene bagi Karyawan yang beragama Kristen. Dalam Ibadah pada hari Jumaat tgl 12 Juli 2019 dilayani oleh Pdt Sapta Siagian yang dihadiri oleh Irjen Pol Armand Depari yang merupakan salah satu deputi di BNN, dalam kotbahnya yang terambil dalam Filipi 2 : 1-5 mengajak Karyawan BNN untuk sehati sepikir  dan merendahkan hati mengikuti teladan Yesus Kristus . Pdt Sapta mengajak kepada karyawan BNN untuk senantiasa hidup merendahkan hati, menjadi garam dan terang dunia, dan memiliki integritas diri. Dalam kotbahnya Pendeta Sapta mengharapkan gereja dapat bersinergi dengan BNN dalam pemberantasan Narkoba, tidak dipungkiri bahwa korban narkoba ada di dalam jemaat. ( sabar )

 

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *