Konas POUK Se Indonesia di Banten membahas pokok pikiran yang strategis

Konas POUK Se Indonesia di Banten membahas pokok pikiran yang strategis

 PGI Banten dan POUK Banten sebagai Tuan rumah Konas POUK se Indonesia yang berlangsung di Hotel Olive tgl 13-15 Juni 2019 melanjutkan dan memperdalam percakapan-percakapan pada Konas-Konas sebelumnya. Oleh karena itu, Konas kali ini menjadi ruang-percakapan-evaluatif, yang diharapkan akan menghasilkan beberapa pokok pemikiran teologis-pastoral dan programatis untuk dua tahun ke depan. Sedangkan tujuan Konas POUK 2019 adalah terciptanya ruang komunikasi konsultatif yang mengerucut pada beberapa pokok rekomendasi tentang pemikiran teologis-pastoral yang programatis secara realistis dan terukur. Untuk mencapai tujuan ini, maka arah dari proses percakapan konsultatif selama Konas POUK 2019 yaitu, di hari pertama (13/6), setelah ibadah dan seremoni pembukaan akan diawali denganpercakapan konsultatif tentang tema Sidang Raya XVII PGI 2019: Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir (bdk. Wahyu 22:13). Percakapan ini  diantar oleh Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette T. Lebang-Hutabarat.

Dalam terang tema ini peserta akan memasuki percakapan konsultatif tentang panggilan hidup umat beragama, termasuk umat Kristen di Indonesia, dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Percakapan ini akan difasilitasi oleh para panelis, yaitu Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si, dan Ketua MUI Banten Dr. KH. M. Romly.  Dari mereka diharapkan akan memperoleh penajaman kesadaran keberagamaan yang berwawasan kebangsaan Indonesia.  Dilanjutkan dengan sesi pengetahuan dan ketrampilan tentang masalah-masalah kebencanaan. Percakapan ini penting mengingat wilayah Indonesia adalah wilayah yang rawan bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, dan tanah longsor serta kerusahan lingkungan, dengan nara sumbeh Dr. Surono (Mantan Kepala Pengawas Percakapan kita ini akan difasilitasi oleh mantan Kepala Pengawas Gunung Berapi Dr. Surono, dan mantan Kepala BNPB Laksda Willem Rampangilei.

Di hari kedua (14/6), percakapan konsultatif akan diawali oleh penyamaan persepsi tentang hubungan kerja dan kelembagaan POUK-POUK dengan PGIW-PGIW serta POUK-POUK dengan gereja-gereja anggota PGI. Penyamaan persepsi ini didasarkan pada Buku Pedoman Kerja POUK hasil Sidang MPL-PGI tahun 2018 di Palopo. Percakapan ini akan difasilitasi oleh unsur PGI yang akan diwakili oleh Sekretaris Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom, unsur PGIW yang diwakili oleh Ketua PGIW Banten, Pdt. Elkarya C. Telaumbanua, unsur gereja anggota PGI yang diwakili oleh Ketua Senode GPIB, Pdt. Paulus Kariso Rumambi, dan unsur POUK yang diwakili oleh Abraham Raubun. Penyamaan persepsi ini dimoderatori oleh Ketua Tim-7 POUK, Pdt. Engkih Gandakusumah.

Usai sesi ini, peserta akan memasuki sharing wilayah terfokus dengan dengan topik-topik percakapan krisis kebangsaan, krisis keesaan, krisis ekologi, tantangan budaya, Tantangan Pendidikan.
Percakapan-percakapan konsultatif dalam bentuk sharing wilayah terfokus di atas berlangsung dalam sorotan semangat teologis-pastoral tema dan subtema SR XVI PGI (2014: Tuhan Mengangkat Kita dari Samudra Raya), pikiran pokok Sidang MPL-PGI 2019 (Spritualitas Keugaharian: Membangun Demoktasi yang Adil bagi Kesejahteraan Semua), dan tema SR XVII PGI (2019): Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Proses sharing wilayah terfokus akan berlangsung sampai dengan jam 14.30. Sesudah akan dilanjutkan dengan Pleno hasil sharing wilayah terfokus. Diharapkan pleno akan dihasilkan beberapa rekomendasi pertimbangan teologis-pastoral dan program-program pelayanan tentang burning issues yang ditemukan oleh setiap kelompok diskusi.

Memasuki hari ketiga (15 Juni 2019), diawali oleh launching buku Pedoman Kerja POUK dan Bunga Rampai POUK di Indonesia. Seluruh rangkaian Konas POUK 2019 akan ditutup dengan ibadah Penutupan dan Sakramen Perjamuan Kudus.

( Pewarta Sabar )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *