Masyarakat Batak Antusias Kunjungi ULOS FEST 2019

Masyarakat Batak Antusias Kunjungi ULOS FEST 2019

JAKARTA, Harmoni.or.id — Antusias Masyarakat Batak terhadap ulos dalam Acara ULOS FEST 2019 luar biasa. Hadir kira-kira 500 pengunjung dalam acara yang digelar BATAK CENTER bekerjasama dengan Museum Nasional Indonesia dan didukung Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Acara pembukaan ULOS FEST 2019 dibuka oleh Bambang Soesatyo (Ketua MP RI) dan pengguntingan pita oleh Edy Rahmayadi (Gubernur Sumatera Utara) pada Selasa (12/11/2019) di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.

Seorang Satpam (Satuan Pengamanan) pada Museum tersebut menyatakan bahwa baru kali ini saya melihat acara di museum sangat meriah dan ramai. “Biasanya pengunjung museum kalau ada pagelaran tidak seheboh acara ini (Red: ULOS FEST),” tandasnya.

Memang apa yang disampaikannya sesuai faktanya. ULOS FEST 2019 mampu menyedot perhatian publik di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) dan bahkan ada juga peserta dari luar Jabodetabek seperti dari Sumatera Utara, Bandung, dan Jambi.

Tentu antusias publik Batak terhadap ulos karena memang mereka banyak yang ingin tahu lebih dalam tentang ulos. Apalagi dalam ULOS FEST 2019 ini dipamerkan ulos berusia ratusan tahun dan ditampilkan beragam motif ulos dari 5 puak Batak Raya, yaitu: Angkola/Mandailing, Karo, Simalungun, Pakpak, dan Toba.

Edy Rahmayadi (Gubernur Sumatera Utara) menyampaikan sambutannya bahwa ulos sudah berumur 4.000 tahun. jangan jadikan ulos hanya milik orang Batak. “Agar ulos menjadi milik dunia kita harus mengantar ulos sebagai warisan budaya dunia,” lanjutnya.

Sebelum sambutan Gubernur Sumut, Bambang Soesatyo (Ketua MPR RI) juga menyampaikan sambutan mendukung pengusulan Ulos sebagai UNESCO World Intangible Cultural Heritage (Warisan Budaya Tak Benda Dunia). “Ini untuk menggugah kesadaran kolektif semua elemen bangsa agar menyadari betapa kayanya budaya bangsa. Mengingat dalam beberapa aspek, kebudayaan daerah cenderung termarjinalkan dan tersisihkan oleh masuknya budaya asing yang dianggap lebih modern, melalui arus globalisasi,” lanjutnya.

ULOS FEST 2019 mengambil tema “Motif, Ragam, dan Makna” dengan harapan setiap stakeholder dapat memahami kekayaan dan keragaman motif dan makna serta filosofi dari Ulos. “Jangan berpikir bahwa ulos hanyalah produk budaya yang dimanfaatkan untuk kepentingan sakral yaitu adat. Namun ulos juga dapat berfungsi untuk kepentingan sehari-hari, yaitu pakaian, maupun kepentingan ekonomi kreatif seperti fashion atau mode,” ungkap Jhohannes Marbun (Ketua Panitia).

ULOS FEST 2019 ini berlangsung dari tanggal 12-17 November 2019 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Pengunjung dapat menyaksikan bagaimana proses menenun ulos dari benang hingga menjadi ulos. Ada juga dipaperkan beragam ulos dari 5 puak Batak Raya dan dimeriahkan dengan Bazaar dari Dekranasda Kabupaten Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara, dan lain-lain.

Selain itu, ada acara-acara yang juga menarik seperti Seminar Nasional, Fokus Diskusi Kelompok, Talkshow, Workshop, dan Fashion Show.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *