Memaafkan dan Mengampuni yang dilakukan Paus Yohanes Paulus II

Memaafkan dan Mengampuni yang dilakukan Paus Yohanes Paulus II

Pada 13 Mei 1981, seorang pembunuh asal Turki bernama Mehmet Ali Agca mencoba membunuh pemimpin agama Katolik Paus Yohanes Paulus II. Tak butuh waktu lama bagi sang Paus untuk memaafkan Mehmet. Dua hari setelah Natal di tahun 1983, laki-laki tua berusia 63 tahun itu mendatangi sebuah penjara. Di dalam penjara, ia dipertemukan dengan seorang laki-laki muda yang jadi narapidana di sana. Usia laki-laki muda itu 25 tahun. “Aku memaafkanmu, Sahabat. Aku mengampunimu,” ujar Paus Yohanes sambil memeluk Mehmet, seperti diceritakan dalam Takhta Suci Vatikan (2005).

Mehmet besar dalam kehidupan yang keras, mempertangguh diri dengan senjata api dan pergi ke Suriah. Di sana, dia mendapat latihan persenjataan dan taktik teror selama dua bulan.Saat pulang ke Turki, dia menjadi bagian organisasi sayap kanan bernama Serigala Abu-abu. Organisasi itu berusaha menggoyang pemerintah Turki. Atas komando dari Serigala Abu-abu, Mehmet membunuh seorang editor surat kabar sayap kiri, Abdi Ipekci, di Istanbul di tahun 1979. Usia Mehmet baru 21 tahun kala itu.Setelah memasuki Roma melalui Milan pada 10 Mei 1981, Mehmet dan kawan-kawannya merancang sebuah kekacauan. Mehmet sempat berpikir Paus Yohanes Paulus II adalah lambang kapitalisme. Bagi Mehmet, seperti ditulis oleh Anton Wasels dalam Arab dan Kristen (2004), Paus juga tak lebih dari seorang komandan perang bertopeng yang terlibat dalam Perang Salib.

Paus mengampuni dan mendoakan yang membunuhnya Mehmet Ali di dalam penjara

Ketika Paus melintas dengan mobil terbukanya, tiga peluru Mehmet mendarat di tubuh Paus. Dua di perut dan satu di tangan. Dunia gempar. Pemimpin Katolik sedunia tertembak. Paus terluka parah. Tapi untunglah akhirnya ia selamat setelah lima jam upaya penyelamatan. Mehmet sendiri tertangkap tak lama kemudian. Paus tak mengutuk penembaknya. Tak lama setelah selamat dari penembakan itu, di muka umum, Paus meminta agar umat berdoa untuk Mehmet. Dia sendiri tentu memaafkan Mehmet. Setelah kesehatannya pulih, Paus mengunjungi Mehmet di penjara.

( Sabar )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *