Mengenal Gerakan Teroris JAD

Mengenal Gerakan Teroris JAD

Ancaman Teroris kembali mengancam Indonesia, namun gerakan ini dipatahkan POLRI melalui Densus 88 Anti Teror dimana mereka akan melakukan Amalia ( Bom bunuh diri ) pada aksi demo pada tgl 22 Mei saat pengumuman dari KPU. Penangkapan yang dilakukan di Cibinong adalah kelompok JAD. apa itu JAD ? dan bagaimana pergerakan JAD berkerja, Harmoni Indonesia menghimpun tentang JAD.

Jamaah Anshorut Daulah ( JAD ) didirikan pada 2015, JAD yang juga dikenal sebagai Jamaah Anshorut Daulah Khilafah Nusantara (JADKN), pimpinan Bahrun Naim. Ia merupakan WNI yang tinggal di Suriah dan menjadi koordinator ISIS di Indonesia. Kini, kepemimpinan JAD di tanah air sendiri diemban oleh Amman Abdurahman dimana Ideologi ISIS yang mereka gunakan, menjadi alasan pembenaran bagi para anggotanya untuk menyebarkan teror dan paham radikal di tengah-tengah masyarakat.

Nama besar JAD yang dikenal sebagai pendukung ISIS, menjadikan organisasi ini semacam wadah bagi para simpatisan kelompok teroris tersebut. Ratusan orang yang menyatakan setia kepada ISIS, banyak yang bergabung dengan JAD. Hingga pada Januari 2017 lalu, pihak Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) bahkan melabeli JAD sebagai organisasi Indonesia yang memiliki hubungan dengan kelompok teror pimpinan Abu Bakr Al-Bahgdadi yang paling disegani.

Bagi mereka yang baru bergabung dengan JAD, hal pertama yang akan diterima adalah membuat bom secara otodidak melalui kursus online. Pelatihan ini diajarkan oleh Bahrun Naim melalui training singkat lewat internet. Dalam komunikasi dan pendanaan, pentolan organisasi tersebut melakukannya lewat sosial media dan transfer antar bank. Dengan begitu, rata-rata anggota JAD telah memiliki keahlian membuat bom secara mandiri dengan berbagai macam bahan dan dukungan finansial.

Jalur agama menjadi salah satu penyebaran ideologi yang ampuh bagi JAD untuk merekrut anggota. Metode yang digunakan di lapangan dinamakan sebagai penjejalan dakwah. Oleh bahrun Naim, ia merekomendasikan proses cuci otak bisa dijalankan melalui aplikasi Android, eBook dan perangkat digital lainnya. Doktrin yang mereka gunakan adalah Takfiri. Yakni sebuah penanaman pemahaman bahwa segala sesuatu yang bukan berasal dari Tuhan adalah haram. Pelakunya pun langsung divonis sebagai kafir yang halal untuk diperangi.

Saat beraksi, para anggota JAD sering menggunakan serangan berupa ledakan di keramaian. Salah satunya adalah bom panci yang menghebohkan terminal di Jakarta beberapa waktu lalu. Kelompok ini sangat mudah dikenali dari jenis bahan dan bom yang dibuat. Seperti panci, gunting, mur, tinner pembersih kuku dan peledak BATP yang lazim digunakan oleh ISIS. “Kalau kita lihat dari bom yang digunakan yaitu bom panci, bisa membuat bom dari alat dapur, termasuk bom panci ini bahaya karena memiliki tekanan tinggi. Membuat bom dari alat dapur, bahkan dari gula saja dia bisa membuat bom,” jelas Kapolri Tito Karnavian. Tak hanya meresahkan masyarakat, keberadaan JAD di Indonesia juga membuktikan bahwa paham radikal yang berujung aksi terorisme masih belum bisa dibasmi secara keseluruhan. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, ada baiknya jika kita melindungi diri dari paham-paham tersebut.

( Pewarta : Sabar dan berbagai sumber )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *