Mengenal sejarah singkat Lemhannas

Mengenal sejarah singkat Lemhannas

LEMBAGA Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) bermula dari gagasan sejumlah perwira tinggi di staf keamanan nasional. Cita-cita pembentukan lembaga pertahanan nasional waktu itu bukan lagi sekadar wacana. Perlu diketahui pada 13 Desember 1962 telah dilantik panitia interdepartemental yang bertugas mempersiapkan pembentukan sebuah lembaga pertahanan nasional. Panitia inilah yang bertugas mempersiapkan suatu lembaga pendidikan tinggi pertahanan untuk membentuk dan mengembangkan tenaga-tenaga pembina, baik sipil maupun militer, pada tingkat politik strategi dan pertahanan nasional.

Melalui proses waktu, pemikiran, dan konsepsi yang cukup panjang dan berliku, akhirnya bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional, Lemhannas diresmikan pada 20 Mei 1965. Kala itu sebutan “pertahanan nasional” mengandung arti ketahanan dari suatu bangsa yang sedang berevolusi.Lemhannas yang dicita-citakan adalah sebuah institusi yang mengorientasikan dirinya pada pencapaian tujuan nasional Indonesia. Selain itu Lemhannas dirancang dan dipersiapkan sebagai pusat pendidikan dan pengkajian masalah-masalah strategis yang berkaitan dengan pertahanan negara dalam arti luas, termasuk dalam pengendalian keutuhan bangsa. Dengan demikian terlihat betapa penting dan strategisnya keberadaan Lemhannas RI.

Hal itu diperkuat dengan pidato Presiden Soekarno ketika meresmikan Lemhannas di Istana Negara Jakarta. Presiden mengatakan bahwa dalam pertahanan nasional dimasukkan unsur-unsur dari seluruh bagian rakyat Indonesia.  Dalam amanatnya Presiden juga menyampaikan perkataan “pertahanan” dalam Lembaga Pertahanan Nasional. Pertahanan yang dimaksud adalah pertahanan dari seluruh Tanah Air, seluruh natie, seluruh bangsa. “… Kita punya pertahanan, cara pertahanan sendiri…,” kembali ditegaskan Presiden Soekarno saat itu.

Dinyatakan juga “…perang modern bukan sekadar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh yang dimiliki rakyat. Dengan demikian tidak hanya militer yang memperhatikan dan menyempurnakan ketahanan Indonesia, tapi juga orang sipil.”
Seusai upacara peresmian dan pembukaan Kursus Reguler Angkatan I pada 1965, Presiden memberikan kuliah pertama tentang geopolitik. Inilah juga mengapa Lemhannas saat ini menjadi pusat studi ilmu geopolitik. Berdasarkan semangat tentang kesemestaan sebagai ciri perang yang disampaikan Presiden Soekarno, Lembaga Pertahanan Nasional diubah menjadi Lembaga Ketahanan Nasional dengan singkatan tetap Lemhannas. Hal tersebut dikukuhkan dengan Keppres RI No 4 Tahun 1994 tentang Lembaga Ketahanan Nasional.

Hal itu diperkuat dengan pidato Presiden Soekarno ketika meresmikan Lemhannas di Istana Negara Jakarta. Presiden mengatakan bahwa dalam pertahanan nasional dimasukkan unsur-unsur dari seluruh bagian rakyat Indonesia.  Dalam amanatnya Presiden juga menyampaikan perkataan “pertahanan” dalam Lembaga Pertahanan Nasional. Pertahanan yang dimaksud adalah pertahanan dari seluruh Tanah Air, seluruh natie, seluruh bangsa. “… Kita punya pertahanan, cara pertahanan sendiri…,” kembali ditegaskan Presiden Soekarno saat itu.

Dinyatakan juga “…perang modern bukan sekadar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh yang dimiliki rakyat. Dengan demikian tidak hanya militer yang memperhatikan dan menyempurnakan ketahanan Indonesia, tapi juga orang sipil.”
Seusai upacara peresmian dan pembukaan Kursus Reguler Angkatan I pada 1965, Presiden memberikan kuliah pertama tentang geopolitik. Inilah juga mengapa Lemhannas saat ini menjadi pusat studi ilmu geopolitik. Berdasarkan semangat tentang kesemestaan sebagai ciri perang yang disampaikan Presiden Soekarno, Lembaga Pertahanan Nasional diubah menjadi Lembaga Ketahanan Nasional dengan singkatan tetap Lemhannas. Hal tersebut dikukuhkan dengan Keppres RI No 4 Tahun 1994 tentang Lembaga Ketahanan Nasional.

( Agus Wijoyo  Gubernur Lemhannas / sindo )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *