Menteri Agama RI : Dialog penting dalam mencari jalan keluar bersama

Menteri Agama RI : Dialog penting dalam mencari jalan keluar bersama

Maraknya radikalisme berimbas pada banyaknya persoalan kehidupan keagamaan di Indonesia. Salah satunya adalah gangguan beribadah karena penutupan rumah ibadah oleh kelompok-kelompok tertentu. Salah satu upaya untuk menekan persoalan ini yaitu perlunya dibuka ruang dialog dengan kelompok-kelompok yang berbeda. Hal tersebut ditegaskan Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi, pada saat menerima kunjungan MPH PGI di Kantor Kementerian Agama Jakarta, Jumat (22/11). Menteri Agama menekankan bahwa posisi Kementerian dalam persoalan tersebut lebih kepada fasilitator dalam membuka ruang ruang dialog. “Saya lebih menekankan agar selalu diawali dengan dialog, jangan cepat cepat bilang tidak bisa, karena setiap orang punya pandangan yang berbeda. Harus dicari jalan keluar bersama, karena sejak dari awal memang kita sudah beragam,” tegas Menag.

Menteri Agama didampingi Dirjen Bimas Kristen Prof. Thomas Pentury menerima kehadiran PGI

Dalam pertemuan tersebut, Sekum PGI Gomar Gultom menyampaikan berbagai issue hangat dibicarakan dalam Sidang Raya XVII. Termasuk Sumba sebagai lokasi persidangan yang perlu mendapat perhatian karena kondisi alam yang tandus namun punya potensi pariwisata yang luarbiasa. Kondisi alam ini mengakibatkan warga memilih keluar dari Sumba dan menjadi pekerja migran. Sayangnya tidak sedikit yang kembali dalam kondisi jadi mayat. Bahkan sebagian menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking). Gomar Gultom menyampaikan juga bahwa angka stunting sangat tinggi di Indonesia termasuk di Sumba, sudah melebihi batas yang ditetapkan oleh WHO. Peran gereja-gereja dalam mengatasi persoalan ini sangat dibutuhkan.

Menag RI menyambut antusias isue tersebut karena menurutnya, Presiden Jokowi juga menaruh perhatian serius terhadap persoalan stunting, dan merupakan kekhawatiran bersama akan masa depan generasi Indonesia. Salah satu yang ditekankan oleh Kemenag adalah perlunya bimbingan perkawinan agar pasangan yang menikah mengetahui sejak awal apa yang dilakukan mencegah stunting. Gomar Gultom juga menyerahkan dokumen hasil-hasil Sidang Raya XVII PGI dan berharap kehadiran Menag dalam acara serah terima Majelis Pekerja Harian yang terpilih dalam Sidang Raya Sumba pada tanggal 12 Desember 2019. Dalam percakapan tersebut, secara khusus MPH PGI menyampaikan aspirasi dari Huria Kristen Indonesia (HKI) Juanda, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya yang sudah berdiri sejak 4 tahun lalu. Rencananya lahan yang ditempati HKI ini akan masuk dalam wilayah pembangunan Universitas Islam Internasional. Dengan demikian gedung gereja terancam digusur. Menag RI menyampaikan bahwa surat pengaduan sudah diterima dan sudah dipelajari. Hal tersebut sudah menjadi perhatian Kemenag dan berusaha mencari jalan keluar. “Tentu proses dialog sangat diperlukan untuk mencari jalan keluar bersama,” kata Menag.

Dialog yang bersifat informatif Pdt Gomar Gultom dengan Menteri Agama

Hal lain yang dibicarakan adalah keinginan Menag menghadiri kegiatan-kegiatan umat Kristen termasuk Natal Nasional yang akan diselenggarakan di Sentul pada 28 Desember 2019 nanti, dan meminta PGI menghimbau umat menghadiri Natal tersebut.Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Dirjen Bimas Kristen Thomas Penturi dan Sekretaris Menteri Agama, Khoirul Huda Basyir. Sedangkan dari PGI, selain Gomar Gultom juga didampingi Ari Moningka (Wakil Bendahara); Pdt. Jimmy Sormin (Departemen Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan), Ronald Tapilatu (Biro Papua); Irma Riana Simanjuntak (YAKOMA/HUMAS), Angel Sambow (Sekretariat), dan Markus Saragih (sapta/pgi ).

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *