Merajut Ke Bhinekaan menuju Indonesia maju

Merajut Ke Bhinekaan menuju Indonesia maju

Divisi Humas POLRI  menggelar Forum Group Discussion (FGD) mengangkat tema ‘Merajut Kebhinekaan Menuju Indonesia Maju’ di Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019). Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Mohamad Iqbal MH dalam kata sambutannya bahwa Tema ini memiliki makna yang luar biasa.  “saya sangat mengapresiasi bahwa peserta yang hadir sampai membludak pada hari ini, padahal FGD yang diselenggarakan oleh Divisi Humas Mabes Polri sudah yang ke 6 kali “ ujar Irjen Mohamad Iqbal yang adalah Alumni Pogram Pendididikan Reguler Lemhannas RI angkatan 54 Tahun 2016 dan juga Akpol 1991. Ke Bhinekaan adalah anugrah dari Tuhan kita punya suku yang beranekaragam, agama yang beraneka ragam, kuliner yang beraneka ragam ini adalah kekayaan, kita harus kelolah dengan baik ke Bhinekaan ini, kita berbeda tapi  harus bersatu. Tujuan kegiatan ini bagi Divisi Humas POLRI  melalui FGD ini POLRI  ingin mendapat masukan dari elemen masyarakat  guna menciptakan keamanan bagi masyarakat. Kegiatan FGD ini juga dihadiri oleh Ibu Sukmawati Soekarno Putri, Putri Presiden RI pertama yang membuat kegiatan ini semakin bermakna.

 

Irjen Pol Mohamad Iqbal Selaku Kadiv Humas Mabes Polri Membuka Diskusi FGD dengan tema : Merajut Ke Bhinekaan menuju Indonesia maju

Staff khusus Presiden untuk Papua,Lenis Kagoya STh  yang hadir sebagai pembicara menyebutkan bahwa merajut kebhinekaan harus didasari pada pedoman Pancasila. Dari situ, setiap orang akan tumbuh kesadaran menghargai bangsa. “Untuk mempertahankan sila ke-3 (Persatuan Indonesia) mulai dari diri kita sendiri. Harus bertindak apapun dengan hati, dari hati akan muncul kasih ke sesama manusia. Dari Sabang sampai Merauke nanti akan lahir Indonesia yang hebat,” ujar Lenis

Selanjutnya  pakar resolusi konflik, Edwin M.B. Tambunan mengatakan bahwa merajut kebhinekaan bisa dengan cara menghargai sesama. Keberagaman di Indonesia wajib dihargai oleh seluruh anak bangsa.  “Mari kita maknai keberagaman itu, mulai dari diri sendiri, kemudian sebarkan kepada orang-orang terdekat,” ucapnya.

Diskusi FGD Merajut Ke Bhinekaan menuju Indonesia maju

Direktur Sosial Budaya Baintelkam  Polri, Brigjen Pol Merdisyam mengatakan Indonesia ditakdirkan menjadi sebuah negara yang memiliki banyak keberagaman dari mulai budaya, suku dan agama. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk menghargai keberagaman yang ada. “Kita harus menyadari bangsa Indonesia itu sudah menjadi secara terlahir dari berbagai suku agama adat budaya. Dan semua itu sudah dieratkan, dikuatkan bahwa kita adalah satu Indonesia,” tuturnya.

selanjutnya Penyanyi asal papua Edo Kondologit mengatakan bahwa Indonesia yang sudah 74 tahun merdeka tak bisa dirusak oleh segelintir kelompok. Sebab, Indonesia memiliki Pancasila sebagai pedoman masyarakat. Pancasila tidak pernah menjelaskan adanya perbedaan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Justru pancasila yang menjembatani kita semua dalam ke Bhinekaan yang ada di Indonesia ini. Selain itu, nasionalisme sering kali dipermasalahkan oleh sebagian orang. Nasionalisme tidak hanya sekedar membela pertandingan sepak bola, nasionalisme itu bagaimana masyarakat Indonesia menyikapi kebanggaan dirinya terhadap Ideologi Pancasila. Harus disadari bahwa tanpa Pancasila, tidak ada NKRI. (sapta )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *