Polri Imbau Masyarakat Tak Turun ke jalan

Polri Imbau Masyarakat Tak Turun ke jalan

Ancaman aksi terorisme dengan melakukan bom bunuh diri, bakal dilakukan sejumlah anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah atau JAD, saat penetapan rekapitulasi pemilu pada 22 Mei 2019. Karena itu, polisi meminta kepada masyarakat agar tidak ikut melakukan aksi Gerakan Keadulatan Rakyat, yang bertujuan untuk menolak hasil pemilu. Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jnderal Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, kelompok teroris yang sudah diamankan Densus 88 Antiteror Polri sudah merencanakan aksi amaliyah pada tanggal 22 Mei.

“Mereka melaksanakan aksi amalia atau aksi teror, dengan menyerang kerumunan massa pada tangga 22 Mei mendatang dengan menggunakan bom,” kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 17 Mei 2019.Karena itu, mantan Kapolrestabes Surabaya dan juga alumni Lemhannas PPRA 54 tahun 2016¬† ini mengimbau kepada masyarakat, agar tidak menggelar aksi pada tanggal tersebut.

Irjen Pol Mohamad Iqbal Akpol tahun 1991  mengungkapkan,berdasarkan keterangan tersangka terorisme yang telah ditangkap, mereka memang mengambil momentum pesta demokrasi sebagai waktu yang tepat untuk melaksanakan amaliyah. Sebab, dalam paham mereka, demokrasi tidak sejalan dengan ketentuan kelompok mereka.

Para pelaku berdasarkan pengakuan kepada polisi mengatakan, mereka akan meledakkan diri dengan menggunakan remote. Ini, karena pemilu menurut mereka adalah suatu bentuk syirik akbar. “Ini akan membahayakan, karena mereka akan memyerang semua massa, termasuk aparat dan massa yang berkumpul dengan menggunakan bom,” katanya.

Tim Densus 88 masih terus melakukan upaya penangkapan terhadap kelompok ini. Sebab, jika lengah, akan banyak korban jika terjadi kerumanan massa pada tanggal 22 Mei mendatang.

“Kalau ada 100 orang saja sudah berapa korban. Kita tidak boleh¬†underestimate, kita terus bekerja, kita tidak bisa meyakinkan apakah kelompok ini selesai di sini atau masih ada. Densus 88 terus bekerja,” katanya.

Seperti diketahui sejak Januari 2019, Densus 88 telah menangkap 68 tersangka terorisme di berbagai daerah. Seluruh tersangka tersebut merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD).

( pewarta : Sabar/Viva )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *