Pembinaan Tradisi dan orientasi personel baru di Polairud

Pembinaan Tradisi dan orientasi personel baru di Polairud

Sebanyak 6 Perwira Remaja Sumber Sarjana dan 100 Tamtama Remaja Polairud baru Prodik T.A. 2019 telah merampungkan masa Pembinaan Tradisi yang terpusat di Markas Komando Ditpolair Korpolairud  Tanjung Priok dan Pantai Ancol Jakarta Utara. Selama menjalani Pembinaan Tradisi dan orientasi, para Personel baru ini diperkenalkan dengan Tupoksi Polairud, Alut dan Almatsus, materi ilmu kemaritiman tentang bagaimana pengoperasian kapal baik ilmu navigasi, permesinan dan administrasi, bagaimana pola operasional penugasan kapal, dan nilai-nilai kejuangan Kesatuan yang akan ditempatinya serta penanaman disiplin yang kuat. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai wahana pembentukan personel baru menjadi Bhayangkara Bahari yang tangguh dan trengginas, sehingga sanggup dan mampu mengemban setiap penugasan khususnya di perairan/laut guna mewujudkan organisasi Ditpolair Korpolairud yang Profesional, Modern dan Terpercaya.

Pembinaan Tradisi Polairud

Diawali dengan upacara yang dipimpin oleh Kasubbag Opsnal dan TIK Korpolairud Kombes Pol. Drs. Tubuh Musyareh, M.H. Kegiatan Bintra ini melibatkan sebanyak 59 personel terdiri dari Pati, Pamen, Pama, Brigadir dan Tamtama dan ASN selaku panitia dan pendamping serta berbagai perlengkapan peralatan termasuk Tim Kesehatan. Peserta kemudian melaksanakan lari dan napak tilas dari Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri menuju ke Pantai Ancol. Selaku Ketua Panitia, Kombes Pol. M. Yassin Kosasih, S.IK., M.Si yang sehari hari menjabat Kasubdit Patroli Ditpolair Korpolairud  yang juga Alumni Lemhannnas RI angkatan 54 Tahun 2016 mengatakan bahwa peserta Bintra mengikuti beberapa materi kegiatan seperti membuat dan pemberian sandi, pengenalan tugas dan fungsi Polair (pemahaman dan pengetahuan tentang peran Kepolisian Perairan), pengenalan terkait Kapal Polisi, pemupukan jiwa Korsa (loyalitas pada Kesatuan, senior, serta semangat pengabdian terhadap Kepolisian), materi tentang kepemimpinan bagi Perwira Pertama, bongkar pasang perahu karet/rubber boat, mendayung dengan perahu karet, pembinaan mental dan fisik yang bertujuan untuk membentuk mental kejuangan dengan fokus penguatan tingkat emosi dan kesabaran, pemahaman disiplin dan Kode Etik Profesi Polri. “Selain itu, peserta Bintra juga melaksanakan renang laut di Pantai Timur Ancol sejauh 150 meter. Renang laut Ini merupakan tantangan tersendiri bagi anggota baru Ditpolair, saya juga ikut berenang tadi menyemangati mereka”, ujar Kombes Yassin. Akhir dari kegiatan Pembinaan Tradisi digelar upacara penutupan sekaligus Pembaretan Biru Polairud, dan bertindak selaku Inspektur Upacara Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Makhruzi Rahman, S.IK., M.H.

Perjuangan yang melelahkan membawa hasil

Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Makhruzi mengatakan bahwa bekal yang didapat peserta selama Pembinaan Tradisi ini, harus dapat memantapkan langkah setiap personel untuk memasuki Kesatuan bergabung dengan jajaran Korpolairud. Dirpolair juga menekankan agar para personel terus belajar dan berlatih untuk mengembangkan diri sehingga dapat menjadi personel yang membanggakan. “Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, hendaknya terus kalian mantapkan dan kembangkan dengan belajar dan berlatih, agar kalian menjadi personel Polairud yang tanggap, tangguh dan trengginas,” tegas Dirpolair.Beberapa penekanan Dirpolair Korpolairud dikutip Humas Ditpolair Mabes antara lain :
1. Ucapan terima kasih bahwa pelaksanaan Pembinaan Tradisi dan orientasi dapat dilaksanakan dengan baik, lancar dan hikmat.
2. Selesai kegiatan, peserta Bintra telah mengenal lingkungan dan Susunan Organisasi Tata Kerja jajaran Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.
3. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana para peserta mengetahui tugas pokok dan fungsi kesatuan Korpolairud Baharkam Polri.
4. Peserta juga diharapkan menjadi sosok panutan dan tampilkan sikap keteladanan sebagai insan Polri yang patuh hukum, menjunjung tinggi HAM dan memegang teguh etika profesi Kepolisian.
5. Melalui Bintra, Dirpolair berharap akan terpelihara integritas, loyalitas, soliditas dan disiplin, sehingga dapat menjalankan tugas pengabdian dengan penuh semangat, jujur, bekerja dengan kesungguhan serta hati yang ikhlas.
6. Terjalinnya kemitraan dengan seluruh komponen masyarakat, sehingga tercipta hubungan dan kerja sama yang sinergis.
7. Terbentuknya jiwa korsa antar personel.
8. Terbentuknya Sumber Daya Manusia yang profesional, proporsional, tanggap, tanggon dan trengginas berdedikasi serta terbentuknya mental anggota yang bangga terhadap Kesatuan dan patuh hukum serta mental kejuangan yang dapat diandalkan.”Laksanakan tugas dengan baik, pedomani Tri Brata dan Catur Prasetya, jangan membuat pelanggaran yang merugikan diri sendiri dan Kesatuan,” pesan Brigjen Makhruzi.

Luapan kegembiraan personel baru Polairud

(Humas Ditpolair Mabes Polri)

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *