Pemerintah tegas tak akan pulangkan anggota ISIS yang berasal dari Indonesia

Pemerintah tegas tak akan pulangkan anggota ISIS yang berasal dari Indonesia

Akhirnya Pemerintah dalam rapatnya sore tadi dengan tegas menolak anggota ISIS yang berasal dari Indonesia dari hasil rapat  pemerintah tidak akan memulangkan WNI yang terlibat jaringan teroris. Pemerintah tidak ingin mereka menjadi ‘virus’ bagi warga Indonesia. “Keputusan rapat tadi pemerintah dan negara harus memberi rasa aman dari teroris dan virus-virus baru, terhadap 267 juta rakyat Indonesia karena kalau FTF pulang itu bisa menjadi virus baru yang membuat rakyat yang 267 juta merasa tidak aman ujar Mahmud MD.

Laskar ISIS dimedan Pertempuran

Pemerintah memutuskan tidak memulangkan  WNI eks ISIS ataupun yang terlibat jaringan teroris lainnya di luar negeri. Hal ini didasari keputusan rapat dengan Presiden Jokowi di Istana. “Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Tidak akan memulangkan FTF (foreign terrorist fighter) ke Indonesia,” kata Menko Polhukam Mahfud MD di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Prof Dr Irfan Idris bersama Sapta Baralaska Utama

ISIS sudah menjadi momok bagi perdamaian dan ketentraman di bumi Indonesia. Propaganda-proganda mereka melalui dunia mayatelah terbukti  menarik simpati bagi warga negara Indonesia, tugas BNPT melalui Deradikalisasi terus berupaya untuk menghadapi FTF (foreign terrorist fighter). Menurut Prof Dr Irfan Idris Direktur Deradikalisasi BNPT terus meningkatkan strategi selama ini BNPT melalui  program Deradikalisasi sudah melalukan upaya yang dilakukan seperti ada empat unsur yang meredam terorisme termasuk ISIS di yaitu kontra ideologi, kontra radikal, kontra narasi, dan kontra propanda. Keempat unsur itulah yang mau diurai. Kontra ideologi itu sudah karena harus melalui ideologi juga. Begitu juga radikal harus dikontra sifat radikalnya. Selanjutnya kontra narasi. Mereka bisa melakukan melalui dunia maya, kita juga harus membuat kontra narasi dan kontra propaganda ke masyarakat. Tentu harus propaganda yang positif ujar Prof Dr Irfan Idris alumni PPRA Lemhannas angkatan 54 Tahun 2016. (spt )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *