Penrad Siagian: Memperjuangkan Nilai-nilai Pancasila (Demokratisasi, Kesetaraan, Kemanusiaan, Religiositas, dan Keberagaman) di Indonesia

Penrad Siagian: Memperjuangkan Nilai-nilai Pancasila (Demokratisasi, Kesetaraan, Kemanusiaan, Religiositas, dan Keberagaman) di Indonesia

JAKARTA, Harmoni.co.id ― Dahulu kita memiliki tokoh-tokoh yang gigih memperjuangkan nilai-nilai demokrasitisasi, kesetaraan, kemanusiaan, religiositas, dan keberagaman di Indonesia. Kita bisa sebutkan, misalnya Bung Karno, Bung Hatta, R.A. Kartini, Syahrir, Leimena, Gus Dur, dan masih banyak lagi nama untuk dicantumkan di sini.

Nilai-nilai yang disebutkan di atas sebenarnya sudah dikemas dalam satu kata “Pancasila”. Dengan kata lain, kita dapat sebut sebagai nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila ini adalah unik yang mencirikan identitas kebangsaan kita dan keindonesiaan kita karena digali dari kearifan nenek-moyang kita dari beragam suku, adat, budaya, bahasa, agama atau kepercayaan kepada Tuhan yang Mahaesa, dan geografis (nusantara).

Sepatutnya kita bangga sebagai Bangsa Indonesia yang memiliki Pancasila. Para pendiri negara ini dipakai Tuhan untuk merumuskan nilai-nilai Pancasila yang mengandung nilai-nilai demokrasitisasi, kesetaraan, kemanusiaan, religiositas, dan keberagaman baik secara universal maupun partikular (keindonesiaan).

Belajar dari para pendiri negara ini dan penerus bangsa ini yang telah mewariskan nilai-nilai Pancasila tersebut kepada generasi sekarang maupun generasi yang akan datang, Penrad Siagian, seorang pendeta Kristen yang tergolong dari angkatan muda menyerap betul nilai-nilai Pancasila tersebut, sehingga segala ucapannya, pemikirannya, dan tindakannya didasarkan pada asas Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegelisahan Pdt Penrad Siagian terusik ketika Indonesia seringkali digerogoti radikalisme salah arah dan intoleransi yang memecah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang berlandaskan pada falsafah dan dasar negara, yaitu Pancasila.

Berangkat dari kegelisahan inilah Pdt Penrad Siagian seringkali mengeluarkan opininya yang dituangkan dalam akun Media Sosial yang dimilikinya. Banyak orang Indonesia tersadarkan dan tercerahkan melalui opini-opininya dan tulisan-tulisannya. Tidak mengherankan hal tersebut memunculkan kawan dan lawan. Suatu ide selalu menghasilkan dua kutub, positif dan negatif. Semua berangkat dari pola pikir dan kepentingan masing-masing.

Lagi-lagi berangkat dari kegelisahan yang bermuatan pola pikir yang positif ini, Pdt Penrad Siagian bersama kolega dan kawan-kawan seperjuangan yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila tersebut membentuk sebuah lembaga yang dinamakan Paritas Institute.

Paritas Institute berasal dari kata Paritas (Bahasa Sansekerta) yang mengandung makna kebebasan yang didasari pada kesetaraan. Pada dasarnya, sebagai hakikatnya yang asasi kemanusiaan itu memiliki kesetaraan yang memungkinkan memiliki kebebasan yang sama dengan yang lain. Karena itu, Paritas Institute hadir dengan menjunjung dan memperjuangkan nilai-nilai Pancasila dan memiliki solidaritas yang tinggi pada kelompok-kelompok termarjinalkan.

Kiprah dan sepak-terjang pendeta pejuang Pancasila ini dapat kita telusuri melalui situs (website)paritasinstitute.org yang dikelola Paritas Institute sebagai Media Publikasi dan Informasi. Kita dapat juga menjumpainya di dunia cyber melalui Media Sosial berikut ini:

 

Daftar Riwayat Hidup

I. Data Personal

  1. Nama lengkap: Penrad Siagian
  2. Jenis kelamin: Laki-laki
  3. Tempat dan Tanggal Lahir: Rantau Parapat, 11 Agustus 1976
  4. Agama: Kristen
  5. Status: Menikah
  6. Email: penradsiagian@gmail.com

II. Pekerjaan

  1. Pendeta di GBKP (Gereja Batak Karo Protestan), 2005-sekarang.
  2. Pengurus Pusat Studi Agama-agama UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana) Yogyakarta, 2015-2019.
  3. Steering Committee on Ecology of NICMCR (Netherlands-Indonesia Consortium for Muslim-Christian Relations).
  4. Ketua Bidang Sumber Daya Organisasi DPP PIKI (Pesekutuan Intelegensia Kristen Indonesia), 2018-sekarang.
  5. Direktur Paritas Institute, 2018-sekarang.

III. Pendidikan

  1. Sarjana Teologi (S1) STT Abdi Sabda Medan, lulus 2000.
  2. Magister Teologi (M.Si.Teol)/ (S2) UKDW Yogyakarta, lulus 2013.
  3. Cand. Doktor (S3) UKSW Salatiga.

 

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *