Peran Demokrasi melibatkan partisipasi perempuan

Peran Demokrasi melibatkan partisipasi perempuan

Dengan memilih demokrasi, bangsa ini dapat mengontrol pejabat dan penguasa, mencegah anarkisme masyarakat, mencegah diskriminasi terhadap siapa pun atau atas nama apa pun, mendorong partisipasi rakyat, dan termasuk partisipasi perempuan. Hal tersebut ditegaskan Ketua PGI Pdt. Dr. Albertus Patty, di sesi 4 diskusi bertajuk Perempuan dan Demokrasi, dalam Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PRPrG), di GKS Jemaat Mata, Senin (4/11). Lebih jauh Ketua PGI menjelaskan, demokrasi membuka ruang bagi siapa pun untuk mewujudkan keadilan, serta perdamaian. Dan, prinsip demokrasi menuntut kaum perempuan harus berpikir dan bertindak ‘beyond women’. Kaum perempuan pun harus berkontribusi melawan radikalisme, diskriminasi terhadap kaum minoritas, eksploitasi buruh, perbudakan, korupsi, dan eksploitasi alam.

Pdt Albertus Patty sebagai narasumber

Sebab itu, Gereja harus serius menggumuli berbagai persoalan, terutama menjaga demokrasi. Jangan mengharamkan politik. Tetapi justru sebaliknya, memberdayakan warganya, termasuk perempuan, untuk berpartisipasi dalam politik atau apa pun. “Kita harus melawan diskriminasi, termasuk terhadap kaum perempuan, demi keadilan, kesetaraan dan perdamaian di bumi ini,” tandas pria yang akrab disapa Pdt. Berty ini. (pgi )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *