Perjalanan Hidup pencipta Lagu Rohani Fany Crosby

Perjalanan Hidup pencipta Lagu Rohani Fany Crosby

Di jalanku ‘ku diiring oleh Yesus Tuhanku.
Apakah yang kurang lagi, jika Dia Panduku?
Diberi damai sorgawi, asal imanku teguh.
Suka-duka dipakaiNya untuk kebaikanku;
Suka-duka dipakaiNya untuk kebaikanku.

2. Di jalanku yang berliku dihiburNya hatiku;
bila tiba pencobaan dikuatkan imanku.
Jika aku kehausan dan langkahku tak tetap,
dari cadas didepanku datang air yang sedap;
dari cadas didepanku datang air yang sedap.

Sebuah karya rohani spektakuler yang masih dinyanyikan oleh jemaat hingga saat ini yang berjudul:
Di jalanku ku diiring.

Seorang bayi perempuan lahir di desa Brewster, daerah bagian utara kota New York. Hari itu tepat tanggal 24 Maret 1820. Saat usianya baru 6 minggu, dia mengalami demam. Namun karena salah penanganan dokter, kedua matanya menjadi buta. Di tahun itu juga, ayahnya, meninggal dunia hingga bayi kecil itu hanya diasuh ibu dan neneknya.Saat usianya 5 tahun,melalui pemeriksaan dokter diketahui matanya tidak bisa dioperasi dan kebutaannya bersifat permanen.Sejak itu gadis kecil itu menjalani hidupnya dalam kegelapan.

Namun kekurangannya dalam penglihatan ternyata diimbangi dengan kepekaannya menulis puisi dan lirik lagu. Sepanjang hidupnya dia telah melahirkan hampir 8000 lagu dan 3 buku kumpulan puisi. Dia menulis lagu-lagu pop, lagu bertema patriotik dan lagu pujian (hymne). Gadis kecil itu bernama Fanny Crosby,lengkapnya Frances Jane Crosby. Selama hidupnya, Fanny Crosby merupakan figure yang dikenal di seluruh Amerika. Dia dijuluki “Ratu Penulis Lagu Gospel”. Beberapa lagu pujian karyanya yang terkenal antara lain : Blessed Assurance (KJ No. 392 Kuberbahagia), Pass Me Not, O Gentle Savior (KJ No. 26 :Mampirlah Dengar Doaku), All The Way My Savior Leads Me (KJ 408 Di Jalanku Ku Diiring), I Must Have The Savior With Me (KJ 402 Kuperlukan Juru’Slamat), Safe in The Arms of Jesus (KJ No. 388 S’lamat Di Tangan Yesus). Jesus, Keep Me Near The Cross (KJ 368 Pada Kaki Salimu),dll.Bahkan setelah Fanny meninggalpun, 3000 gereja di seluruh Amerika Serikat memperingati 105 tahun Fanny Crosby pada tahun 1925.

Awal Ketertarikan pada Musik

Saat usianya 8 tahun, Fanny dan ibunya pindah ke Connecticut. Mereka mengikuti kebaktian setiap hari minggu di Gereja Presbyterian.Ibu dan neneknya menanamkan ajaran Kristen Prostestan dengan membantunya menghapalayat-ayat panjang Alkitab. Sejak usia 10 tahun, dia harus menghapal 5 bab Alkitab. Saat berusia 15 tahun dia telah hapal Kitab Amsal, Kidung Agung dan beberapa bab kitab Mazmur.Tahun 1832 seorang guru musik datang 2 kali seminggu ke desa mereka dan mengajar pelajaran menyanyi kepada Fanny dan teman-teman sebayanya. Saat itu, Fanny juga mengikuti ibadah di gereja Methodist dan sangat menyukai lagu-lagu pujian mereka. Sebelum tepat menginjak usia 15 tahun, Fanny Crosby mendaftar di Institute untuk Orang Buta di New York (NYIB). Sekolah ini adalah sekolah yang dibiayai Negara. Dia tinggal di sana selama 8 tahun sebagai siswa dan 2 tahun sebagai alumni. Fanny belajar memainkan piano, organ, gitar dan harpa. Dia juga menjadi seorang penyanyi sopran yang bagus.

Puisi

Sebenarnya Fanny Crosby merasa enggan mempublikasikan puisi-puisinya karena menganggapnya sebagai “karya yang belum selesai”. Namun atas desakan NYIB, buku puisi pertamanya diterbitkan pada bulan April 1844 berjudul “A Blind Girl and Other Poems” (Seorang Gadis Buta dan Puisi-puisi Lainnya). Buku ini juga memuat hymne pertamanya berjudul “An Evening Hymne”, berdasarkan Mazmur 4: 8. Dia juga menerbitkan 2 buku puisi lain yang masing-masing berjudul“A Blind Orphan Girl” dan “ A Wreath Columbia’s Flower” , yang berisi 4 buah cerita pendek dan 30 puisi.

Inspirasi Lagu

Lirik lagu ciptaan Fanny terinspirasi dari berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya. Lirik lagu Pass Me Not, O Gentle Saviour (“Mampirlah dengan Doaku”) dibuat setelah Fanny berbicara dalam pelayanan di sebuah penjara di Manhattan dan mendengar komentar para tahanan agar Tuhan tidak meninggalkan mereka. Namun di sumber lain disebutkan bahwa lirik lagu ini dibuat Fanny karena terinspirasi dari cerita Alkitab mengenai orang buta yang mendengar kedatangan Tuhan Yesus berteriak agar Yesus tidak melewatinya dan mau menghampirinya. Musiknya dibuat oleh Phoebe Knapp, seorang industrialis yang mempublikasikan banyak lagu-lagu Fanny Crosby. Fanny Cross menikah tahun 1858 dengan Alexander van Alstynem seorang tuna netra dan juga pemusik. Tahun 1859, putrinya lahir namun meninggal dalam tidur setelah lahir. Kematian putrinya tersebut menginspirasi Fanny menulis syair lagu” Safe in the Arms ofJesus” (KJ No 388: S’lamat Di Tangan Yesus) dengan lagu dibuat oleh William H.Doane .

Advokasi untuk Orang Buta

Selain aktif dalam menulis puisi dan lirik lagu, Fanny Crosby juga dikenal sebagai tokoh yang konsisten memperjuangkan pendidikan bagi orang buta dan missi penyelamatan (Rescue Mission). Setelah tamat dari NYIB, Fanny Crosby menjadi wanita pertama yang tampil di hadapan Kongress Amerika untuk membacakan puisi. Tanggal 24 Januari 1844, Fanny Crosby bersama siswa-siswi NYIBmengadakan konser di hadapan Kongres Amerika dan menyerukan pembentukan lembaga pendidikan untuk orang buta di seluruh negara bagian Amerika Serikat. Tahun 1846 mereka juga tampil di hadapan kongres Amerika bersama-sama dengan delegasi Institute Orang Buta Philadelhia dan Boston mengadvokasi dukungan pendidikan untuk orang buta di New York, Philadelhia dan Boston.  Tahun 1846 Fanny Crosby menjadi instruktur di NYIB mengajar Tata Bahasa, Retorika dan Sejarah. Saat mengajar di sana, dia berteman dengan Grover Cleveland yang di kemudian hari menjadi presiden Amerika Serikat. Cleveland yang saat itu berusia 17 tahun sering mentraskrip puisi-puisi Fanny yang didiktekan kepadanya. Presiden Cleveland memberi rekomendasi pada buku otobiografi Fanny Crosby yang diterbitkan tahun 1906.

Meskipun selama hidupnya ,Fanny Crosby telah menulis hanpir 9000 lirik lagu, namun penghasilannya dari lagu-lagu tersebut sanat sedikit. Hal ini disebabkan sifat royalty saat itu yang hanya diberikan kepada komposer lagu dan tidak kepada penulis lirik. Dia hanya dibayar putus 1 atau 2 dollar per lirik. Sepanjang hidupnya dia tidak pernah memiliki rumah sendiri dan hanya tinggal di rumah-rumah sewa. Namun demikian Fanny tidak pernah mempersoalkan hal tersebut dan mengganggap tujuannya menulis lirik adalah untuk memenangkan jiwa orang-orang bagi Kristus. Fanny Crosby telah melakukan banyak karya besar dalam masa hidupnya yang panjang. Kegelapan tidak menghalanginya untuk menciptakan puisi dan lirik lagu yang indah serta berjuang untuk misi membantu pendidikan untuk orang buta sepertinya. Dia meninggal dalam usia 95 tahun pada tanggal 15 Februari1915.

                                                           ( Dari berbagai sumber )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *