Selamat jalan KH Maimun Zubair

Selamat jalan KH Maimun Zubair

Maimun Zubair atau disapa Mbah Moen menghembuskan napas di Tanah Suci, Mekkah. Kiai yang menghembuskan napas di usia 90 tahun ini memang tengah menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi. Pria kelahiran Rembang 90 tahun lalu ini merupakan figur yang paling dihormati. Karena ilmu agamanya, tak jarang ia menjadi tempat buat berguru bagi para tokoh-tokoh penting. Banyak dari mereka yang meminta saran dan nasehat sang kiai.  Mbah Moen juga bisa dibilang sebagai sosok paling senior di organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Sejak dulu, ia memang aktif mengajarkan ilmu agama, namun tak melepaskannya dari kebudayaan di Indonesia. Berkat ajarannya itulah ia memiliki banyak sekali pengikut, termasuk para murid-muridnya di pesantren yang didirikannya. Tak hanya dari kalangan santri, para tokoh-tokoh politik juga kerap memperebutkan dukungannya.  Mulai dari calon legislatif hingga calon presiden semua meminta restu darinya buat mengabdi kepada negara. .Mbah Moen merupakan pendiri dari Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah. Al Anwar kini memiliki tiga cabang, yaitu Al Anwar 1 dengan jumlah santri mencapai 3.210 orang, Al Anwar 2 dengan santri 74 orang, dan Al Anwar 3 dengan total santri mencapai 211. Semuanya masih berlokasi di Rembang, lengkap dengan fasilitas asrama bagi santri yang menginap. Sementara jumlah tenaga pengajarnya bisa mencapai lebih dari 70 orang.

mbah moen

Mbah Moen merupakan sosok yang paling dihormati. Beliau pernah didapuk sebagai anggota Ahlul Hall wal Aqdi pada Muktamar NU ke-33 di Jombang di 2015. Ahlul Hall walAqdi merupakan sosok yang paling penting di dalam organisasi dalam memutuskan suatu perkara. Salah satu contohnya menyelesaikan masalah internal NU, hingga pemilihan ketua. Pria kelahiran tahun 1928 ini juga menjadi sosok rujukan bagi para ulama Indonesia dalam bidang fiqih. Karena Kiai Maimoen menguasai secara mendalam ilmu fiqih dan ushul fiqih yang didapatkannya selama belajar di Arab Saudi.

mbah moen

beliau juga turut berkontribusi di dalam kancah perpolitikan Tanah Air. Diketahui sosok jebolan pendidikan Arab Saudi ini pernah menjadi Anggota DPRD Rembang selama tujuh tahun.  Selain itu beliau juga sempat menjadi Anggota MPR RI sebagai utusan dari Jawa Tengah tak tanggung-tanggung ia menduduki kursi itu selama tiga periode berturut-turut. Meski mayoritas santri NU berlabuh ke partai PKB, Kiai Maimoen memilih bergabung di PPP. Ia merupakan tokoh senior dengan jabatan terakhir sebagai Ketua Majelis Syariah PPP. Saat PPP dilanda konflik dualisme kepemimpinan antara Romi dan Djan Faridz, sosok Mbah Moen yang berperan besar dalam upaya rekonsiliasi. Ia mampu menjadi panutan buat  ilmu agama, tetapi juga junjungan bagi orang-orang yang berkecimpung di dalam dunia politik. Tidak hanya para santri dan ulama di Indonesia yang meminta restu dan nasehat-nasehatnya, tapi juga para politisi kerap mendatanginya. Mulai dari walikota, gubernur, hingga presiden sering menyambanginya di pesantren Al Anwar. Pada Pilpres yang lalu contohnya, kedua capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto sowan ke Al Anwar. Kini Mbah Maimoen telah kembali kepada Sang Ilahi, selamat jalan Mbah Moen.

( Sabar )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *