Sepenggal asa di sidang Sinode GBI

Sepenggal asa di sidang Sinode GBI

Sepertinya Kita Akan Salah Kaprah Jika Mengeluarkan Banyak Energi Untuk Sosialisasi Suksesi dengan Membangun Opini atau Wacana Seolah-Olah Isu Ketua Umum Adalah Tema Sentral Di Setiap Sidang Sinode GBI. Karena Itu Harap Maklum Jika Rencana “Talk Show” Bertemakan “Siapa Yang Akan Memimpin GBI 2019-2023”, Telah Menerima Banyak Saran, Padahal Acara Seperti Ini Sangat Baik, Tapi Mungkin Akan Mudah Diresapi Jika Penyajian “framingnya” Lebih soft Lagi, Semisal “Apa Yang Akan Mereka Lakukan Untuk GBI”, Karena Tidak Langsung Menukik Pada Isu Suksesi Ketua Umum.

Berita Baiknya Ialah Menjelang Sidang Sinode Ini Ekspektasi Umat & Pejabat Terhadap GBI Masih Sangat Tinggi & Masih Tampak Antusiasme Positif dan Secara Progesif Menempatkan GBI Sebagai “Rumah Bersama”. Seringkali Saya Bercanda Pada Beberapa Teman Gembala Bahwa Puncak Prestasi Pelayanan Tertinggi Bagi Seorang Pelayan Tuhan di GBI Ialah Gembala Sidang, Tidak Ada Lagi Yang Lebih Istimewa Darinya. Sebaliknya Akan Menjadi Masalah Besar Baginya Ketika Dia Berupaya Keluar Berperan Jauh Melampaui Dirinya Sebagai Gembala Sidang. Percepatan & Pertumbuhan GBI Yang Kini Memiliki Lebih Dari Lima Belas Ribu Pejabat, Lebih Dari Tiga Ribu Jemaat Lokal, dengan Pengikut Lebih dari dua juta Orang Adalah Kekuatan Kepemimpinan di GBI & Keniscayaan Ekspektasi Yang Tinggi Terhadap GBI, Tapi DiSaat Bersamaan Juga “Menyimpan” Sejumlah Potensi Rawan Resistensi bagi GBI dan Ironisnya, Aktualisasi Diri Oknum Pejabat GBI Adalah Penyumbang Terbesar Yang Melahirkan Isu Resistensi Itu.

Kiranya Sidang Sinode 2019 Akan Menghasilkan Berbagai Keputusan Yang Berkenan Dengan Program-Program Yang Bisa Menjawab Berbagai Ekspektasi Umat Terhadap GBI. Kita Sepakat Bahwa Seluruh Pejabat GBI, Siap Mendukung Siapapun Yang Kelak Terpilih Menjadi Ketua Umum Dan Mensuport Segenap Unsur Pimpinan Sinode GBI Untuk Tidak Harus Mengerjakan Program Di Level Regional dan Lokal, Tapi Melakukan Terobosan Spektakuler, Semisal Membangun Universitas GBI, Rumah Sakit GBI dan Rumah Duka GBI. Itulah Ekspektasi Umat. Tak Kalah Penting Juga, Kiranya Sidang Sinode Kali Ini Bisa Menghasilkan Berbagai Keputusan Dan Program-Program Yang Bertalian Dengan Pengendalian Isu-Isu Yang Menyentuh Wilayah Resistensi di GBI.

Ada Tiga Hal Yang Dibutuhkan oleh GBI dan Diharapkan Bisa Berdampak Bagi Pengendalian Isu Resistensi Kepemimpinan Nasional GBI, Yakni:

Pertama, Mencanangkan Gerakan Nasional Agar GBI Kembali Kepada Warisan Kepemimpinan HL.Senduk & Warisan Teologi HL.Senduk. Akan Keliru Jika Mengabaikan/Meninggalkan/Mengubah Sistem, Tatanan, Pola, Teologi, Model, Yang Telah Dibangun Dan Diwariskan Oleh Om Ho, Yang Selama Ini Telah Terbukti Sebagai Top Model Infrastruktur Kepemimpinan, Sehingga Mengantar GBI Hingga Mencapai Pertumbuhan Yang Luar Biasa.

 

Kedua, GBI Membutuhkan Lembaga Kaderisasi, Semisal Sekolah Staf Pimpinan (SeSPim) GBI, Guna Program Pembekalan, Penguatan, InDoktrinasi Terhadap Rekrutmen dan Kaderisasi Pemimpin Masa Depan GBI.

Ketiga, Perlunya Program Antisipasi Perubahan Perilaku Organisasi Di Kalangan Pejabat dan Di Jemaat-Jemaat Lokal, Sebagai Efek Dari Proses Transisi Antar Generasi di GBI.

Akhirnya,  Sidang Sinode Itu Seharusnya Dipahami Sebagai Forum Ucapan Syukur dan Sukacita Antar Pejabat GBI dan Perlu Dimaknai Sebagai Momentum Pencurahan Roh Kudus Bagi Segenap Pejabat dan Jemaat Lokal GBI, Dalam Rangka Menanti dan Menikmati Berkat-Berkat Baru Dari Allah, Dan Tidak Lantas Menjadi Arena Rivalitas Antar Pejabat GBI.

( Paul Titihalawa, pemerhati masalah gereja )

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *