Surya Tjandra Wakil Menteri yang berangkat dari keluarga yang sederhana

Surya Tjandra  Wakil Menteri yang berangkat dari keluarga yang sederhana

Surya Tjandra dibesarkan di keluarga tak mampu. Orangtuanya pedagang ayam potong di Pasar Jatinegara, Jakarta. Kala itu, Surya dan orangtuanya tinggal di rumah kontrakan dan kerap berpindah-pindah, namun tidak pernah terlalu jauh dari pasar Jatinegara. Dalam mendidik anak-anaknya, orangtua Surya selalu mendorong untuk tekun dalam menggapai cita-cita tapi juga memberikan kebebasan yang cukup untuk memilih sendiri apa yang ingin dicapainya.

Surya Tjandra saat konfrensi pers di Istana

Surya kemudian diterima di SMA Negeri 68, Jakarta Pusat, dan selanjutnya diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Seandainya Surya tidak diterima di UI, mungkin Surya tidak akan kuliah karena tidak ada biaya. Diterima di FHUI menjadi kebanggan buat Surya karena hanya dirinya yang menjadi sarjana pertama di keluarganya.  Lebih jauh dari itu, Surya mendapat beasiswa untuk meneruskan pendidikannya di bidang hukum untuk program S2 (di Universitas Warwick, Inggris) dan program S3 (di Universitas Leiden, Belanda). Kembali ke Indonesia diterima sebagai Dosen di beberapa Universitas dan bergabung di PSI. Kepedulian Surya pada isu perburuhan terlihat jelas ketika ia terlibat di dalam Komite Aksi Jaminan Sosial, aliansi besar gerakan sosial yang terdiri dari serikat buruh, tani, nelayan, mahasiswa, LSM, dan lain-lain. Presiden Jokowi mencatat sejarah baru dengan memilih kelompok minoritas Tionghoa dan difabel, Surya Tjandra, menjadi wamen ATR/BPN.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *