Upaya memantapkan Patriotisme dan Militansi Prajurit dan PNS dilingkungan TNI-AD

Upaya memantapkan Patriotisme dan Militansi Prajurit dan PNS dilingkungan TNI-AD

Berbicara tentang Patriotisme dan Militansi di TNI dan PNS dan secara khusus dilingkungan  TNI AD tidak perlu diragukan lagi, sebab hal itu sudah terbukti. Patriotisme dan Militansi adalah dua hal yang tak terpisahkan yang selalu berjalan berbanding lurus . Patriotisme adalah :  sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata “patriot” dan “isme” yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan. Sedangkan Militansi adalah : ketangguhan dalam berjuang.

Patriotisme dan Militansi ditahun 2019  tergerus oleh tindakan berita Hoax  ( berita-berita bohong dan berita provokatif ) serta Politik Identitas yang dimainkan ditahun politik ini. Serang menyerang, dan politik yang tak sehat  serta politik Identitas yang nyaris menimbulkan perpecahan antar anak Bangsa. Patriotisme dan Militansi lahir dari hasil  perjuangan merebut kemerdekaan, tumbuh dan berkembang sebagai nilai-nilai yang disepakati seluruh masyarakat Indonesia, Nilai Pancasila dan UUD NKRI 1945 muncul dalam semangat kebangsaan sebagai keyakinan dalam masyarakat Indonesia sehingga muncul kebenaran dan keluhuran yang terujud dalam norma perilaku untuk mewujudkan nilai tersebut adalah Patriotisme dan Militansi.

Patriotisme dan Militansi sebagai suatu daya juang merupakan manifestasi masyarakat Indonesia yang bangga sebagai manusia Indonesia dan cinta tanah air sehingga rela membela dan berkorban untuk keutuhan NKRI. Untuk membela negara dan berjuang demi NKRI dibutuhkan orang-orang yang Patriotik dan Militan. Rendahnya Patriotisme dan Militansi terhadap Pancasila saat ini ditengah-tengah masyarakat karena banyaknya militansi yang ditunggangi pihak tertentu membela kelompok atau bersifat sektarian. Banyak konflik antar masyarakat baik horizontal maupun vertikal yang berakibat patriotisme dan militansi terpecah, jika Patriotisme dan militansi masyarakat rendah maka semangat  kebangsaan mudah luntur . Akumulasi rendahnya militansi masyarakat berujung pada lemahnya daya tangkal bangsa.

Prinsip Man Behind The Gun adalah inti dari daya tangkal bangsa, walaupun sistem persenjataan tidak terlalu canggih tetapi jika masyarakat memiliki Patriotisme dan Militansi maka hasil akhir adalah suatu kemenangan. Daya tanggkal bangsa harus kredibel hingga tercapainya ketahanan Nasional, sebaliknya jika daya tangkal bangsa dinilai masih lemah maka pengaruhnya terhadap ketahanan Nasional sangat signifikan dan menjadi kekuatan  untuk memperkuat daya tangkal bangsa dari berbagi Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan ( ATHG )

TNI dan PNS dilingungan Angkatan Darat menjadi pioner dalam Patriotisme dan Militansi

Panglima Besar Jenderal Sudirman adalah contoh atau roh model tentang Patriotisme dan Militansi, beliau  ditengah sakitnya masih terus berjuang gerilya ditandu dan bersinergi dengan masyarakat. Sinergitas yang dilalukan oleh Jenderal Sudirman diimlementasikan oleh TNI menjadi Kemanunggalan TNI dan rakayat karena TNI ada karena rakyat. Zaman Jenderal Sudirman pasti berbeda dengan zaman saat ini namun yang tidak boleh pudar adalah Patriotisme dan Militansi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).

Langkah yang harus ditempuh menjaga Patriotisme dan Militansi bagi TNI dan PNS dilingkungan  Angkatan darat bukan sebatas Perang Simetris menjaga kedaulatan Negara tapi yang paling kongkrit ada dua hal yaitu :

     Kesetiakawanan Sosial

TNI dan PNS di lingkungan  Angkatan Darat mewujud nyatakan Patriotisme dan Militansi melalui sikap atau gaya hidup berkesetiakawanan sosial, kondisi situasi pasca Pilkada 2018  di Indonesia khususnya Jakarta yang terjadi menguatnya politik Identitas, rakyat nyaris terbelah yang menghabiskan energi .Pancasila sebagai nilai nilai ditengah masyarakat mampu mengeratkan perpecahan melalui kesetiakawanan sosial. Anggota TNI dan PNS dilingkungan Angkatan Darat harus mampu menyatukan mereka yang terbelah oleh pola politisasi yang berkembang. Anggota TNI dan PNS di lingkungan Angkatan Darat harus mampu membuang jauh-jauh fanatisme dan mengedepankan politik negara. Menghidupkan kembali semangat Kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai bentuk meningkatkan kohesi di masyarakat .  TNI dan PNS di lingkungan Angkatan Darat  bersama dengan komponen bangsa proaktif, , membina dan menciptakan  persatuan dan kesatuan bangsa yang kerap mengahadapi potensi perpecahan. Menghidupkan kembali TNI Masuk Desa sebagai bentuk gotong royong. Bila Patriotisme dan Militansi begitu kuat di semangat juang anggota TNI dan PNS di Angkatan Darat maka Primodialisme, SARA, masalah ketidakadilan , Narkoba, Radikalisme mengancam keutuhan NKRI dapat diatasi dengan segala bentuk ATHG dengan bersinegi dengan seluruh komponen masyarakat.

       Bela Negara

Bentuk Patriotisme dan Militansi adalah upaya Bela Negara, TNI sudah tak diragukan lagi upaya bela negara, dalam Sapta Marga dinyatakan : “ Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia mengutamakan keperwiraan di dalam melaksanakan tugas, serta senantiasa siap sedia berbakti kepada Negara dan Bangsa. “ lalu dalam Sumpah Prajurit dikatakan : “Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. “ Sedangkan  Sumpa Pratya Korpri mengatakan : SETIA DAN TAAT KEPADA NEGARA KESATUAN DAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945. Dari penjelasan diatas jelas bahwa TNI dan PNS dilingkungan Angkatan Darat menjadi garda terdepan kepada masyarakat tentang pentingnya bela negara.

Bagi Indonesia daya tangkal bangsa tidak selalu diterjemahkan dengan sistem persenjataan semata. Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia terbukti Patriotisme dan Militansi ternyata lebih unggul dari senjata dalam mengusir penjajah . Sosialisasi  kesadaran kepada masyarakat Indonesia dimana betapa pentingnya bela negara harus dilakukan oleh anggota TNI dan PNS dilingkungan Angkatan Darat . Tugas yang dilakukan adalah : melakukan pembinaan, pemeliharaan  serta peningkatan kesadaran bela negara yang dapat berdampak pada terpeliharanya dan meningkatnya militansi dan patriotisme . Program bela negara  sudah sesuai dengan resulusi PBB sehingga sudah berada pada koridor dan jalur yang benar dan tidak perlu adanya kekuatiran dari aspek politis, karena setiap anak bangsa ingin memiliki kesadaran dan keinginan untuk terlibat dalam membela negaranya.

 (Dr Sapta Baralaska Utama Siagian  pemerhati Sosial -Politik Alumni Program Pendidikan Reguler angkatan 54 Lemhannas RI Tahun 2016,)

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *