Warga Non Muslim dihukum Cambuk di Aceh

Warga Non Muslim dihukum Cambuk di Aceh
Seorang warga beragama Buddha berinisial RO menjalani hukuman cambuk di halaman Masjid Baitussalihin, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Aceh, Kamis siang (1/8). Pria asal Sumatera Utara ini dihukum 27 kali cambukan usai melanggar pasal ikhtilath atau bermesraan dengan pasangan tidak sah. Sebelumnya, RO dan pasangan tidak sahnya yang berinisial NM ditangkap aparat Wilayatul Hisbah (WH) atau polisi syariah. Mereka divonis bersalah karena terbukti ikhtilath dan melanggar Pasal 25 ayat 1 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Diketahui, sama seperti RO, NM juga dihukum 27 kali cambukan. Sebenarnya, RO dan warga non-muslim lainnya diperkenankan memilih untuk dijerat dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) atau Qanun Jinayat. Para non-muslim bisa memilih didenda, dipenjara, atau dicambuk.  Bila memilih denda, untuk sekali cambuk dapat diganti dengan 10 gram emas. Sementara untuk hukum penjara, sekali cambuk sama dengan 30 hari kurungan penjara.
Selain RO dan NM, ada pelanggar pasal ikhtilath lain yang juga jalani hukuman cambuk. Mereka adalah AA (21 kali cambukan), NA (21 kali), RR (21 kali), AR (18 kali), MI (26 kali), dan DP (21 kali).Ada juga MU dan RN yang divonis bersalah karena terbukti khalwat (berduaan dengan pasangan tidak sah) dan melanggar Pasal 23 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Keduanya dikenai delapan kali cambukan.  Sementara ada IH yang dicambuk 32 kali karena terbukti ikhtilath dengan anak di bawah umur dan melanggar Pasal 26 Qanun No 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.
Prosesi cambuk berlangsung di halaman masjid dan disaksikan seratusan warga. Penonton laki-laki dan perempuan dipisahkan.
Sebelum hukuman cambuk dilaksanakan, petugas melarang anak-anak di bawah umur menyaksikan prosesi hukuman. Kendati demikian, malah banyak perempuan yang membawa serta anak untuk menyaksikan cambuk.Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengatakan pihaknya selalu mengingatkan hotel agar tidak melanggar aturan syariat Islam yang berlaku di Aceh. “Jika pun dia melakukan pelanggaran kita tetapkan melakukan patroli jadi hotel-hotel itu dipatroli baik Satpol PP Banda Aceh maupun provinsi,” ujar Aminullah di lokasi cambukan kepada jurnalis.
Jika terbukti ada hotel yang sengaja melanggar aturan syariat Islam, kata Aminullah, Pemerintah Kota Banda Aceh akan mencabut izin. “Kita sudah pernah panggil semua pemilik hotel dan mengingatkan mereka jangan coba-coba melanggar,” pungkasnya. (Kumparan )

Leave a Reply

One thought on “Warga Non Muslim dihukum Cambuk di Aceh

  1. kalian menunjukkan kekerasan di depan umum, di depan anak2… apapun alasannya… mereka akan menjadi pribadi yang kejam dan tega, tanpa kasih… kalian menghukum pelanggaran dengan pelanggaran… hal2 yang tidak pantas ditonton anak2… anak2 seperti apa yang kalian inginkan… sesuatu yg terbiasa dilihat akan menjadi kebiasaan bagi anak2… kekejaman akan menjadi kebiasaan bagi anak2 yang melihat kekerasan… kasihan… mental yang sehat dan hati yang lemah lembut milik anak2 dirusak, mindset bahwa hukuman harus dengan kekerasan di depan umum itu hal biasa dihancurkan dengan hal seperti ini… jangan kaget bila beberapa tahun ke depan saat mereka dewasa, yang ada dalam otak mereka hanya kekerasan dan negeri ini tidak akan aman dan nyaman lagi… karena hati sudah menjadi tega dan keras, ingin perang dan menumpahkan darah, tanpa kasih, yang ada hanya pemenuhan kewajiban dan tuntutan keegoisan…. kalian sedang menghancurkan masa depan kalian sendiri… nanti kita lihat di masa depan… apakah tindakan pemulihan yang kalian lakukan akan berhasil setelah hati anak2 telah kalian nodai… apakah ada harmoni nanti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *